UNDP: Kerja Sama Antisipasi Karlahut Riau Perlu Ditingkatkan

Lembaga donor PBB United Nations Development Programme (UNDP) meminta kepada demua pihak untuk terus meningkatkan kerja sama antar kelembagaan lintas sektoral dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  00:24 WIB
UNDP: Kerja Sama Antisipasi Karlahut Riau Perlu Ditingkatkan
Ilustrasi

Kabar24.com, PEKANBARU - Lembaga donor PBB United Nations Development Programme (UNDP) meminta kepada semua pihak untuk terus meningkatkan kerja sama antarkelembagaan lintas sektoral dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Country Director UNDP for Indonesia Christope Bahuet mengatakan dari pemantauan pihaknya dalam implementasi program bantuan yang telah dilakukan lembaga itu, efektif dalam menekan kasus kebakaran lahan dan hutan.

"Faktor kuncinya adalah kerja sama semua pihak, seperti di Desa Rimbo Panjang ini, walaupun ada bantuan sumur bor tetapi yang paling penting dukungan masyarakat desa dan pemerintah setempat, itu sangat menentukan dalam kasus kebakaran lahan dan hutan," katanya saat di Pekanbaru, Rabu (24/8/2016).

Dari pengamatan pihaknya, memang sesuai permintaan masyarakat akan kebutuhan pengadaan sumur bor dalam mengantisipasi karlahut sangat efektif. Terlihat di daerah desa dengan luas lebih dari 9.000 hektare tersebut, titik api dapat diminimalisir sehingga tidak lagi menjadi daerah rawan kebakaran.

Menurut catatan pemerintah desa, sepanjang 2016 hanya ada dua kali kebakaran lahan yang dapat segera diatasi dengan langkah pemadaman menggunakan pompa dan sumber air di sumur bor.

"Tahun lalu sudah berjalan program pembuatan 50 sumur bor oleh UNDP dengan dukungan Kedubes Norwegia bersama REDD+ dan kami menargetkan jumlahnya bisa terus bertambah hingga 250 sumur bor secara bertahap," katanya.

Kepala Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kampar Riau mengakui dengan dukungan sumur bor, upaya pemadaman api kebakaran lahan bisa semakin cepat.

"Lahan kami karakteristiknya gambut meski tidak dalam hanya satu meter, tetapi di bawahnya ada lapisan batu bara muda menurut penelitian BRG dan lapisan ini memicu api cepat merambat ke lahan di sekitarnya," katanya.

Bila memadamkan api di daerah itu menggunakan sistem lain seperti water bombing dan mobil pemadam, langkah itu tidak efektif karena api sangat cepat menyebar.

Tetapi dengan adanya sumur bor, pemerintah desa bersama tim pemadam gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api, dapat lebih cepat memadamkan api kebakaran.

"Terbukti dengan sumur bor langkah pemadaman bisa lebih cepat, memang kami butuh bantuan tambahan seperti selang berbahan kain agar dapat menjangkau api lebih jauh lagi, karena sekarang banyak logistik bantuan selang plastik," katanya.

Adapun selain di Kabupaten Kampar, UNDP bersama REDD+ dan dukungan Kedubes Norwegia juga melaksanakan program sejenis di Kabupaten Bengkalis, dan daerah lainnya di Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top