Densus 88 Temukan Bahan Peledak Di Warnet

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menemukan kristal putih triaseton triperoksida berdaya ledak tinggi dalam penggeledahan di Warnet Az Zahra, Jalan Raya Punggur, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.
Martin Sihombing | 19 Agustus 2016 14:26 WIB
Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menemukan kristal putih triaseton triperoksida berdaya ledak tinggi dalam penggeledahan di Warnet Az Zahra, Jalan Raya Punggur, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -  Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menemukan kristal putih triaseton triperoksida berdaya ledak tinggi dalam penggeledahan di Warnet Az Zahra, Jalan Raya Punggur, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

"Di tempat kerja tersangka Dwi, di Warnet Az Zahra, polisi menemukan kristal Triaseton Triperoksida yang high explosive," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Penggeledahan ini dilakukan menyusul penangkapan dua tersangka kasus terorisme jaringan petempur ISIS, Bahrun Naim, yakni Dwi Atmoko alias Abu Ibrahim Al Atsary dan Asep.

Pada Selasa, Tim Densus menggeledah di dua tempat yakni di rumah Dwi dan di warnet tempat Dwi bekerja, Warnet Az Zahra.

Di rumah Dwi yang beralamat di Dusun I Garejo RT 02 RW 01 Desa Bumi Raharjo Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, petugas menemukan beberapa barang bukti di antaranya solder listrik, kebal, konektor, switching, pipa paralon, gotri, beberapa dokumen, dan tiga unit notebook.

Sementara di Warnet Az Zahra, petugas menemukan satu wadah berisi 150 gram kristal triaseton triperoksida berwarna putih. "Kristal ini adalah salah satu bahan peledak primer dengan kekuatan cukup besar," katanya.

Di warnet tersebut, polisi juga menyita beberapa simcard, 13 hard-disk eksternal, 47 CDR dan tiga unit CPU.

Sebelumnya, pada Senin (15/8), polisi menangkap tersangka Dwi Atmoko di Warnet Az Zahra, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Hasil penyelidikan diketahui Dwi merupakan jaringan Bahrun Naim.  Bersama Bahrun, Dwi diketahui merencanakan aksi bom bunuh diri yang dieksekusi oleh Nur Rohman di Mapolresta Surakarta beberapa waktu lalu.

Dwi diketahui juga menerima dana untuk membawa bahan peledak yang digunakan dalam aksi bom bunuh diri di Surakarta, "Bahan peledak ini dibawa dari Lampung ke Surakarta," katanya.

Pada hari yang sama, polisi juga menangkap tersangka Asep alias Asep Bordir di Muara Dua Liwa Nomor 89 Bumi Agung Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Agus mengatakan tersangka Asep terlibat dalam transaksi tiga pucuk senjata api jenis revolver. "Mengenai keterlibatan Asep dengan para tersangka lain, masih diselidiki," katanya Sementara pada Rabu (17/8), Densus 88 menangkap seorang terduga jaringan teroris bernama Munir Kartono di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Dari hasil penyelidikan, diketahui Munir yang mengirim dana kepada Dwi untuk membeli bahan material dan membiayai transportasi bahan peledak dari Lampung ke Surakarta.

Munir diketahui termasuk orang yang mengatur pertemuan Dwi dan Nur Rohman. Munir juga aktif merencanakan aksi bom bunuh diri di Polresta Surakarta.

Agus menambahkan Munir juga berperan membantu Bahrun Naim untuk berkomunikasi dengan Dwi dan Nur Rohman.

"MK itu anggota Jamaah Ansarut Daulah (JAD), bawahannya Oman Abdurahman, napi teroris yang sekarang dipenjara di Nusakambangan," katanya.

Sumber : ANTARA

Tag : densus 88
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top