Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komjak Pertimbangkan Bentuk Tim Evaluasi Hukuman Mati

Komisi Kejaksaan (Komjak) tengah mempertimbangkan membentuk tim evaluasi hukuman mati gelombang ketiga. Sebab banyak laporan pengaduan masuk mengenai pelanggaran kode etik yang dilakukan Kejaksaan Agung sebagai eksekutor dalam prosesnya.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 09 Agustus 2016  |  20:12 WIB
Komjak Pertimbangkan Bentuk Tim Evaluasi Hukuman Mati
/Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA – Komisi Kejaksaan (Komjak) tengah mempertimbangkan membentuk tim evaluasi hukuman mati gelombang ketiga.

Sebab banyak laporan pengaduan masuk mengenai pelanggaran kode etik yang dilakukan Kejaksaan Agung sebagai eksekutor dalam prosesnya.

Laporan itu mulai soal hak grasi yang belum terpenuhi, anggaran, dan hak-hak hukum terpidana mati lainnya.

"Lebih dari satu laporan dan berbagai persoalan. Kami simpulkan ada potensi masalah yang harus dikaji secara mendalam. Prosedurnya kami membentuk tim," kata Indro ketika dikonfirmasi, Selasa (9/8/2016).

Nantinya tim itu akan terdiri minimal dari tiga komisioner yang didukung oleh kelompok kerja.

Seperti diberitakan sebelumnya, eksekusi terhadap 4 dari 14 terpidana mati telah dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB, Jumat (29/7).

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menjelaskan penundaan 10 terpidana mati lainnya karena alasan yuridis dan non yuridis.

Sementara Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Noor Rachmad menyatakan bahwa semua persoalan yuridis telah selesai.

Laporan itu satu diantaranya dari Boyamin Saiman. Boyamin menjelaskan berdasarkan Pasal 3 UU 22/2002 tentang grasi, pelaksanaan hukuman mati dapat ditunda hingga ada putusan grasi.

Sementara Seck Osmane (Nigeria) dan Humprey Ejike (Nigeria) yang telah dieksekusi pada hukuman mati gelombang ketiga belum menerima putusan grasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukuman mati
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top