Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Terpidana Mati Batal Dieksekusi

Kejaksaaan Agung menunda pelaksanaan eksekusi 10 terpidana mati pada hukuman mati gelompang ketiga dini hari tadi (29/7/2016). Kejagung hanya mengeksekusi 4 dari 14 terpidana mati, yakni Fredi Budiman (Indonesia), Cajetan Uchena atau Seck Osmane (Nigeria), Humprey Ejike (Nigeria), dan Michele Titus Igweh (Nigeria).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Juli 2016  |  14:52 WIB
10 Terpidana Mati Batal Dieksekusi
Petugas membawa terpidana mati Freddy Budiman. - Antara/Rivan Awan Lingga
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Kejaksaaan Agung menunda pelaksanaan eksekusi 10 terpidana mati pada hukuman mati gelompang ketiga dini hari tadi (29/7/2016).

Kejagung hanya mengeksekusi 4 dari 14 terpidana mati, yakni Fredi Budiman (Indonesia), Cajetan Uchena atau Seck Osmane (Nigeria), Humprey Ejike (Nigeria), dan Michele Titus Igweh (Nigeria).

“Jampidum [Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum] selaku tim di lapangan melaporkan bahwa setelah dilakukan pembahasan bersama, hanya empat orang yang perlu dieksekusi,” kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta (29/7/2016).

Prasetyo mengatakan bahwa 10 terpidana mati lainnya ditunda dan akan ditentukan kemudian waktu eksekusinya.

Sebelumnya Prasetyo memastikan tiga nama terpidana mati yang dipastikan masuk ke dalam hukuman mati gelombang ketiga, yakni Fredi Budiman (Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), dan Merry Utami (Indonesia), Rabu (27/7/2016).

Hanya Fredi yang akhirnya dieksekusi dari tiga nama yang sebelumnya telah dipastikan sendiri oleh Jaksa Agung.

LSM pemerhati Hak Asasi Manusia (HAM), Imparsial mengkritisi langkah pemerintah yang cenderung menutupi pelaksanakan hukuman mati gelombang ketiga.

Direktur Imparsial Al Araf menyebutkan bahwa hal tersebut berpotensi cacat hukum.

“Ketidakterbukaan itu membuat proses eksekusi mati cacat,” kata Al Araf dalam keterangan tertulis, Kamis (28/7/2016).

Menurutnya, dalam negara demokrasi dan negara hukum transparansi dan akuntabilitas proses penegakan hukum adalah suatu hal yang mutlak untuk dilakukan.

Adapun 10 terpidana mati yang selamat adalah Ozias Sibanda (Zimbabwe), Obina Nwajagu (Nigeria), Fredderikk Luttar (Zimbabwe), Agus Hadi (Indonesia), Pujo Lestari (Indonesia), Gurdip Singh (India), Okonkwo Nongso Kingsley (Nigeria), Zulfiqar Ali (Pakistan), Merry Utami (Indonesia), dan Eugene Ape (Nigeria).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukuman mati
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top