Produksi Padi, Jagung & Kedelai Jabar Anjlok

Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi, jagung, dan kedelai (Pajale) pada 2015 mengalami penurunan akibat penurunan luas lahan panen.
Adi Ginanjar Maulana | 02 Juli 2016 04:58 WIB
Varietas Padi Unggulan Inpari 19 - pertanian.go.id/.jpg

Bisnis.com, BANDUNG--Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi, jagung, dan kedelai (Pajale) pada 2015 mengalami penurunan akibat penurunan luas lahan panen

. Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jabar Ruslan mengatakan produksi padi di Jabar pada 2015 hanya mencapai 11.373.144 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 7.135.511 ton beras. Kondisi tersebut mengalami penurunan 2,33% dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 11.644.899 ton GKG atau setara 7.306.009 ton beras. "Penurunan produksi padi 2015 turun akibat penurunan luas panen sebesar 6,17%," ujarnya, Jumat (1/7).

Dia menjelaskan luas panen padi pada 2015 mencapai 1.857.612 hektare (ha), turun 122.187 ha dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 1.979.799 ha. Kendati demikian, lanjut dia, produktivitas padi 2015 mengalami peningkatan sebesar 4,08% dibandingkan tahun sebelumnya. Produktivitas padi sawah meningkat 3,89% dari 59,76 kuintal/ha menjadi 62,09 kuintal/ha, sedangkan produktivitas padi ladang naik 5,89% dari 44,77 kuintal/ha menjadi 47,41 kuintal/ha.

Sementara itu, produksi jagung pada 2015 hanya mencapai 959.933 ton pipilan kering. Produksi ini mengalami penurunan sebanyak 87.144 ton atau 8,32% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya mencapai 1.047.777 ton pipilan kering. Menurutnya, penurunan produksi jagung akibat luas panen yang susut sebesar 11,29% atau 16.136 ha dari 142.964 ha menjadi 126.828 ha.

"Petani enggan menanam jagung karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga berpotensi merugikan mereka," katanya. Kendati demikian, produktivitas jagung pada 2015 mencapai 75,69 kuintal/ha, atau naik 3,34% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 73,24 kuintal/ha. Kondisi serupa terjadi pada komoditas kedelai. Produksi kedelai Jabar pada 2015 hanya mencapai 98.938 ton biji kering, mengalami penurunan sebesar 16.323 ton biji kering atau 14,16% dibandingkan 2014.

Menurutnya, penurunan produksi kedelai hampir sama dengan padi dan jagung yakni akibat luas lahan yang susut. Penurunan luas panen kedelai mencapai 14,91% dari 70.719 ha pada 2014 menjadi 60.172 ha pada 2015. "Kondisi ini menyebabkan produksi kedelai di Jabar terus fluktuatif setiap tahunnya, bahkan cenderung menurun," ujarnya. Kendati demikian produktivitas kedelai mengalami peningkatan pada 2015 0,87% dari 16,30 kuintal/ha menjadi 16,44 kuintal/ha.

Ruslan mengungkapkan, agar komoditas bisa mengalami kenaikan kembali maka pemerintah harus fokus melakukan transfer teknologi pertanian modern secara konsisten terhadap petani. Dia beralasan, selama ini dengan cuaca yang tidak menentu membuat produksi cenderung terus menurun setiap tahunnya.

Tag : perkebunan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top