Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Partai Buruh: Brexit Cermin Kemarahan Kepada Pemerintah

Pimpinan Partai Buruh Jeremy Corbyn yang merupan partai oposisi menyatakan kemarahan warga Inggris terhadap proses suksesi kepemimpinan menjadi penyebab mereka memilih untuk meninggalkan Uni Eropa.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 24 Juni 2016  |  14:27 WIB
Partai Buruh: Brexit Cermin Kemarahan Kepada Pemerintah
Reaksi pendukung Inggris untuk bertahan di Uni Eropa "I'm In" setelah melihat hasil penghitungan sementara referendum Inggris. Reuters/Rob Stothard - Pool
Bagikan

Kabar24.com, LONDON - Pimpinan Partai Buruh Jeremy Corbyn yang merupan partai oposisi menyatakan kemarahan warga Inggris terhadap proses suksesi kepemimpinan menjadi penyebab mereka memilih untuk meninggalkan Uni Eropa.

"Banyak warga di sejumlah wilayah miskin di negeri ini kesal dengan pemangkasan, dengan dislokasi kebijakan ekonomi dan sangat marah karena merasa telah dikhianati dan dipinggirkan oleh pemerintah," ujar Corbyn kepada BBC TV, Jumat (24/6/2016).

Ia menyadari akan adanya konsekuensi pengangguran yang harus dihadapi warga terkait Brexit, dan menjadi tugas pemerintah untuk berupaya meminimalisasinya.

Corbyn menambahkan, pasal 50 perjanjian Uni Eropa telah memberi dasar bagi mereka untuk menawarkan pilihan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Selama ini belum ada satu negara pun yang meninggalkan Uni Eropa dan perjanjian UE, yang mengatur tentang bagaimana sebuah negara dapat keluar dari blok ini menawatkan sedikit  detil.

Hasil referendum, pukul 07.30 waktu setempat menempatkan suara pendukung Brexit di angka 51,9% dan Brimain 48,1%. Kepastian Inggris meninggalkan Uni Eropa terjadi saat jumlah warga Inggris yang memilih meninggalkan Uni Eropa mencapai 51,8%.

David Cameron kini menghadapi kemungkinan diminta mundur dari jabatan Perdana Menteri Inggris, meski suara yang memintanya untuk tetap bertahan masih juga ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Brexit

Sumber : Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top