Bisnis.com, YOGYAKARTA -- Sedikitnya enam inspirator pemberdayaan perempuan, trafficking, perlindungan anak memaparkan program kegiatan mereka untuk menjadi inspirasi bagi peserta Temu Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Puspa ) 2016 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (30/5/2016).
Keenam inspirator itu berasal dari lembaga masyarakat, lembaga sosial agama, koperasi, media, dan swasta.
Kegiatannya mereka antara lain menggatasi masalah narkoba pada anak, memberdayakan perempuan, pengentaskan masalah perempuan, mengentaskan kemiskinan mandiri melalui program di layar kaca, dan mengatasi masalah perdagangan orang (human trafficking).
Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA Agistina Eni mengatakan pihak berupaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah perempuan dan anak.
Keenam inspirator memaparkan program-program yang mereka laksanakan untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan masalah kaum perempuan dan anak-anak Indonesia.
Aini, Ketua Umum Kelompok Wanita Nelayan dan Koperasi Az- Zahrah Makassar, membina istri-istri para nelayan untuk bisa mengolah ikan hasil tangkapan suaminya, sehingga tidak terjerat utang dengan rentenir.
Selain itu juga memberdayakan perempuan. Perkembangan Kelompok Wanita Nelayan yang dibinanya terus berkembang. Produksi ikan olahnya dari 35 kg per bulan dan berkembang menjadi 2 ton per bulan.
Bunga Mega, mendirikan komunitas Cewek Kuat. Melalui Cewek Kuat, Bunga yang juga penulis buku itu memberikan motivasi, pelatihan kepada perempuan-perempuan muda untuk berkembang lebih maju.
"Saya ingin menjadi agen perubahan bagi kaum perempuan," kata Bunga yang alaumni FE di salah perguruan tinggi swasta di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Senin (30/5/2016).
Lain lagi dengan Rika Anggraeni, GM PR & Communication The Body Shop. Dia berupaya mengkampanyekankepedulian kaum urban terhadap human trafficking.