Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

GEMPA EKUADOR: Korban Tewas Capai 413 Orang

Jumlah korban luka akibat gempa di Ekuador meningkat hingga 2.600 orang sementara 413 orang dilaporkan tewas
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 19 April 2016  |  11:03 WIB
Presiden Ekuador Rafael Correa berjalan di antara puing usai gempa. - Reuters/Henry Romero
Presiden Ekuador Rafael Correa berjalan di antara puing usai gempa. - Reuters/Henry Romero

Bisnis.com, Ekuador—  Jumlah korban luka akibat gempa di Ekuador meningkat hingga 2.600 orang sementara 413 orang dilaporkan tewas.

Paska tragedi tersebut, kekhawatiran akan penjarahan menyebar di beberapa tempat. Penduduk Portoviejo mulai mencuri pakaian dan sepatu dari gedung yang runtuh akibat gempa.

Sebuah gedung yang sebelumnya merupkan kantor jaminan sosial digeledah. Bingkai jendela yang terbuat dari aluminium dan kabel-kabel yang ada di gedung di curi oleh orang-orang yang berharap dapat menjualnya guna membeli persediaan.

“Aku harus mencari cara bertahan dalam tragedi ini. Aku butuh uang untuk membeli makanan. Tidak ada air, penerangan dan rumahku hancur,” ujar Jorge Espinel (40 tahun) yang bekerja di bisnis daur ulang seperti dikutip Reuters, Selasa (19/4/2016).

Sementara itu, di tempat lain sekelompok orang bersenjata merampok dua truk yang membawa air, pakaian dan kebutuhan dasar lainnya yang seharusnya didistribusikan ke wilayah Pedernales, wilayah pantai yang terkena dampak gempa.

Di tempat tersebut, para korban selamat dilaporkan meringkuk di kasur atau kursi plastik di samping rumah mereka yang rata dengan tanah. Tentara dan polisi berpatroli di jalan-jalan sementara tim penyelamat berusaha mencari korban.

Sebelumnya, petugas pemadam kebakaran memasuki sebuah rumah yang runtuh untuk mencari tiga orang anak dan seorang pria yang tampaknya terperangkap di dalam.

 “Sepupuku yang masih kecil ada di dalam. Tadi ada suara jeritan. Kita harus menemukan mereka,” kata Ishak (18 tahun).

Di sebuah stadion, tampak tenda dibentangkan guna menempatkan mayat korban gempa. Tenda tersebut juga berfungsi sebagai pusat pengobatan dan distribusi air, makanan serta selimut.

Sementara itu, korban yang luka dan memar berkeliaran di sekitar. Adapun korban dengan luka serius dievakuasi ke rumah sakit.

Dalam kunjungannya ke kota yang dilanda gempa Presiden Rafael Correa pada Senin mengatakan dia bermaksud melaksanankan pembangunan kembali yang akan membutuhkan dana miliaran dolar dan mungkin berdampak besar bagi perekonomian negara anggota OPEC yang rapuh tersebut.

Namun, para korban selamat yang dia temuai sewaktu berkeliling di daerah terdampak bencana, memiliki kebutuhan lain yang lebih mendesak. Banyak dari mereka yang meminta suplai air.

Dengan  jumlah korban tewas yang kemungkinan akan bertambah Correa memperingatkan bahwa gempa terbesar di Ekuador dalam beberapa dekade terakhir ini akan memakan banyak korban di daerah miskin Andean.

 “Rekonstruksi akan memakan miliaran dolar dan dampak ekonomi akan cukup besar,” katanya.

Pertumbuhan negara yang sangat bergantung pada minyak dan ekspor tersebut sebelumnya bahkan sudah diprediksi akan stagnan mendekati 0% tahun ini karena harga minyak yang terjun bebas.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa ekuador
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top