Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanah Longsor: 2 TKI Tertimbun di Johor, Malaysia. 1 Tewas, 1 Belum Ditemukan

Musibah tanah longsor merenggut nyawa dua TKI yang bekerja di Johor, Malaysia, Sabtu (9/4/2016), pukul 11.00 waktu setempat.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 10 April 2016  |  09:07 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Musibah tanah longsor merenggut nyawa dua TKI yang bekerja di Johor, Malaysia.

Sabtu (9/4/2016), pukul 11.00 waktu setempat telah terjadi tanah longsor di Kota Tinggi, Johor.

Dalam kejadian tersebut dua WNI/TKI yang sedang bekerja di perusahaan pengeruk pasir menjadi korban.

Satu di antaranya yang ditemukan meninggal dunia atas nama Saeful Amir.

Korban berasal dari Cilacap dengan nomor paspor A3475434.

Adapun satu korban lagi dinyatakan hilang tertimbun longsor belum diketemukan atas nama Udin Nurudin dari Cirebon dengan nomor paspor S022117. Korban diperkirakan meninggal.

Terkait kejadian itu, Satgas Perlindungan KJRI Johor Baru terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan jenazah dan memantau pencarian korban hilang yang masih dilakuan.

Pemerintah siap mengawal kepulangan dua jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang menjadi korban tanah longsor di Kota Tinggi, Johor.

Dari dua korban meninggal tersebut, jenazah satu di antaranya telah ditemukan dan jenazah lainnya masih dalam proses pencarian karena tertimbun longsor.

"Pemerintah melalui BNP2TKI dan pihak terkait akan mengawal untuk memastikan jenazah korban sampai dirumah dan diterima keluarganya," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/4/2016).

BNP2TKI, kata Nusron, juga akan memberikan santunan untuk pemakaman serta memastikan hak-hak korban diterima oleh ahli waris atau keluarganya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI johor
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top