Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih dari 60 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom Di Pakistan

Lebih 60 orang tewas dan ratusan lainnya terluka karena sebuah ledakan di taman yang padat pengunjung di kota Lahore, Pakistan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Maret 2016  |  07:57 WIB
Lebih dari 60 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom Di Pakistan
Ilustrasi
Bagikan
Kabar24.com, JAKARTA--Lebih 60 orang tewas dan ratusan lainnya terluka karena sebuah ledakan di taman yang padat pengunjung di kota Lahore, Pakistan.
 
Polisi mengatakan pembom bunuh diri meledakkan bom di dekat tempat bermain anak-anak di tempat yang penuh keluarga. Sebagian dari mereka dilaporkan sedang merayakan Hari Minggu Paskah sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Senin (28/3/2016).
 
Kebanyakan korban adalah anak-anak. Kelompok Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar, menyatakan melakukan serangan tersebut.
Juru bicara kelompok itu mengatakan mereka secara sengaja menargetkan masyarakat Kristen.
 
Tariq Fatimi, penasehat perdana menteri Pakistan mengatakan kepada BBC serangan seperti ini adalah kejahatan yang memengaruhi semua kemanusiaan, apakah di Lahore, Peshawar, Brussels ataupun Paris.
 
Semua rumah sakit besar di sekitar daerah tersebut dalam keadaan darurat untuk menangani para korban, menurut media setempat.
 
Lahore adalah ibukota Punjab, provinsi terbesar dan terkaya Pakistan. Kota ini juga merupakan markas politik Perdana Menteri Nawaz Sharif.
 
Pakistan mengalami sejumlah kejadian kekerasan terkait Taliban, masalah sektarian dan kegiatan kelompok penjahat.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pakistan bom bunuh diri
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top