Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Karhutla: Riau Tetapkan Status Siaga Darurat

Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Maret 2016  |  13:20 WIB
Karhutla: Riau Tetapkan Status Siaga Darurat
Ilustrasi
Bagikan

Kabar24.com, PEKANBARU--Pemprov Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

"Beberapa kabupaten/kota di Riau sudah menetapkan siaga darurat kebakaran lahan, maka kita mengakomodirnya untuk disampaikan ke pusat," kata Pelakasna Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Posko Karlahut Pangkalan Udara Roesmin Nurjadi Pekanbaru, Senin.

Selain itu, status siaga darurat ini juga untuk mempercepat penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan.

Sebelumnya sebanyak enam daerah telah menetapkan status siaga darurat Karlahut. Ke enam daerah itu adalah Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak dan Pelalawan. Sementara itu, khusus untuk status siaga darurat Karlahut Riau akan diterapkan selama tiga bulan mendatang.

Menurutnya, langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal seperti prediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru yang menyatakan bahwa curah hujan wilayah utara Riau terus menipis.

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan ditetapkannya status tersebut, selain memaksimalkan proses pemadaman juga dapat memaksimalkan upaya pencegahan termasuk sosialisasi ke masyarakat.

Menurutnya, Karlahut yang terjadi pada 2016 ini akibat dari minimnya sosialisasi ke masyarakat. Hal tersebut diamini oleh Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewyk Pusung yang turut hadir penetapan status siaga darurat Karlahut.

"Tidak ada titik api yang muncul karena terbakar. Pasti karena dibakar," tegasnya.

Untuk itu, ia menganggap bahwa Karlahut itu terjadi karena sosialisasi yang tidak sampai ke masyarakat. "Maka harus sosialisasi lagi," tegasnya.

Sejak pertengahan Februari 2016 lalu, sejumlah wilayah Riau bagian pesisir terus dilanda kebakaran lahan dan hutan. Hal tersebut dikarenakan wilayah tersebut memasuki musim kemarau lebih cepat dibandingkan Riau bagian selatan.

Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin mengatakan saat ini wilayah tersebut sangat minim curah hujan.

"Bahkan di Bengkalis, Dumai, Meranti, Rokan Hilir dan Siak bisa terjadi hari tanpa hujan selama 6-10 hari," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan riau Karhutla

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top