Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Joko Widodo Rapat Bersama ADB

Presiden Joko Widodo melakukan rapat bersama sejumlah delegasi Asian Development Bank (ADB) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (12/2/2016).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Februari 2016  |  10:20 WIB
Presiden Joko Widodo Rapat Bersama ADB
Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao (Kiri) berbincang dengan Deputy Country Manager ADB Indonesia Resident Mission Edimon Ginting, jumpa pers di Jakarta, Selasa (12/1/2015). - JIBI/Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan rapat bersama sejumlah delegasi Asian Development Bank (ADB) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Sejumlah menteri yang mendampingi presiden dalam pertemuan itu antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Presiden ADB Takehiko Nakao bersama delegasi tiba di Istana Merdeka pada sekitar pukul 09.10 WIB.

Sebelumnya, Takehiko pada Kamis telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menawarkan kepada pemerintah Indonesia peningkatan jumlah pinjaman pembiayaan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Dana pinjaman yang disediakan ADB kepada pemerintah Indonesia meningkat sejak 2014 yang mencapai 710 juta dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS pada 2015.

"Kami ingin mendukung pembangunan di Indonesia tidak hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga di bidang pendidikan, perbankan dan sektor swasta," kata Takehiko.

Sementara itu, Deputi Pendanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Wismana Adi Suryabrata mengatakan skema baru yang ditawarkan ADB berbeda dengan tiga skema sebelumnya, yakni pinjaman berbasis hasil (result-based lending), pinjaman langsung (direct lending), dan pinjaman konvensional atau

"Mereka menawarkan pencairan pinjaman berdasarkan kebutuhan pendanaan proyek-proyek APBN. Jadi tidak kaya procurement (pengadaan) sesuai mereka, namun ketika proyek itu selesai dan ada kekurangan pendanaan, mereka bisa menutupinya," kata Wismana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adb presiden jokowi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top