Wanita Muslim Diusir, Trump Dituntut Minta Maaf

Council of American-Islamic Relations (CAIR) mendesak Donald Trump untuk meminta maaf setelah insiden diusirnya seorang wanita muslim dalam pertemuan politik yang dilakukan pihak Trump.
Irene Agustine | 10 Januari 2016 23:58 WIB
Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, CAROLINA – Council of American-Islamic Relations (CAIR) mendesak Donald Trump untuk meminta maaf setelah insiden diusirnya seorang wanita muslim dalam pertemuan politik yang dilakukan pihak Trump.

Nihad Awad, Direktur Ekskutif CAIR mengatakan citra wanita muslim yang diperlakukan tidak pantas oleh Trump mengirimkan sinyal mengerikan bagi muslim di seluruh Amerika.

“Citra wanita muslim yang diperlakukan tak pantas dan ditolak dari pertemuan politik mengirimkan pesan menakutkan untuk semua muslim Amerika dan bagi semua yang menghargai keragaman agama, tradisi bangsa dan partisipasi masyatakat,” ujarnya, seperti dikutip Reuters, (10/1/2016).

Rose Hamid, pramugari berusia 56 tahun dari North Carolina, melakukan “protes diam” di tribun tepat di belakang Trump selama acara itu Jumat malam (8/10/2016). Saat itu, bakal calon presiden AS dari partai Republik tersebut menyatakan bahwa pengungsi yang mencari perlindungan diri dari kekerasan di Suriah berafiliasi dengan Islamic State of Syria (ISIS).

“Saya paham mengapa dia populer. Dia seorang entertainer sehingga dia mengikat dengan masyarakat. Di sejumlah aspek, banyak hal yang dia ucapkan menarik masyarakat. Bahkan, dia juga punya poin yang valid disejumlah kasus,” kata Hamid, dalam wawancara lewat telepon.

Dia melanjutkan, “Tetapi, mereka [masyarakat Amerika] harus mengenal siapa yang mereka dukung. Retorika penuh kebenciannya itu tidak mencerminkan Amerika dan tidak seperti itulah negara kita.”

Pada acara tersebut, Hamid mengenakan jilbab putih dan kaos baru yang dibuat oleh anaknya dihiasi dengan kata-kata, "Salam, saya datang dengan damai."

Hamid, datang ke pertemuan politik Trump karena sedang libur dan ingin pendukung Trump bertemu seorang Muslim dalam kehidupan nyata. Hamid mengatakan dia berkata pada dirinya sendiri dia akan berdiri diam jika Trump mengatakan apa-apa tentang kebencian kelompok, bukan hanya umat Islam.

Saat ia berdiri, orang-orang di kerumunan di sekitarnya di reli di Rock Hill, Carolina Selatan mulai berteriak "Trump! Trump!" Segera setelah itu, petugas keamanan muncul di kursinya dan, dengan sedikit penjelasan, mengatakan dia harus meninggalkan tempat, katanya.

"Mereka bahkan tidak memberitahu kami gangguan apa yang kami lakukan kepada mereka? Mereka hanya mengatakan, 'Ayo dengan saya, ikut saya." Aku bertanya, 'Kenapa? Kenapa? " dan mereka hanya berkata, 'Mari ikut saya."

Namun, Hamid mengakui memang dia telah masuk tanpa izin dalam acara pribadi tersebut.

 

 

Sumber : Reuters

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top