AS Sangkal Serang ISIS di Irak Utara

Amerika Serikat menyangkal laporan yang menyebutkan negeri Paman Sam melakukan serangan udara untuk melawan pergerakan Islamic State of Syria (ISIS) di Irak Utara.
Irene Agustine | 10 Januari 2016 20:30 WIB
ISIS - dw.de

Kabar24.com, BAGDAD – Amerika Serikat menyangkal laporan yang menyebutkan negeri Paman Sam melakukan serangan udara untuk melawan pergerakan Islamic State of Syria (ISIS) di Irak Utara.

Stuart Jones, Duta Besar AS untuk Irak, mengatakan sebelumnya ada laporan yang menyebutkan pihaknya melakukan serangan melalui helikopter ke dua wilayah Irak Utara, Hawija dan Kirkuk.

“Menteri Pertahanan [Irak] Obaikdi dan sejumlah pejabat Irak lainnya telah menyatakan, bahwa laporan serangan AS kepada Irak ini tidak benar,” katanya, seperti dikutip Reuters, Ahad (10/1/2016).

Laporan terbaru beredar bahwa setengah lusin pasukan udara yang dipimpin AS dikecam oleh militan Syiah yang didukung Iran dan kritik lain kepada Perdana Menteri Haider Al-Abadi sebagai pelanggaran kedaulatan Irak.

"Saya ingin menekankan apa yang telah saya katakan berkali-kali sebelumnya. Kedaulatan Irak adalah suci dan harus dihormati. Semua kegiatan koalisi yang dilakukan di Irak akan berkonsultasi dahulu dengan pemerintah Irak," kata Jones, mengacu pada rumor koalisi pimpinan AS mengebom ISIS dan melatih pasukan irak.

Salim al-Jabouri, Ketua Parlemen Iran mengatakan kepada Reuters, bahwa pasukan khusus asing telah melakukan razia di belakang daerah kekuasaan ISIS di Hawija menjelang serangan yang direncanakan akhir tahun ini untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar di bawah kontrol ISIS.

Dia mengatakan serangan itu dilakukan "dari waktu ke waktu" dan "didukung oleh pasukan Irak". Tapi, pihaknya tidak menyatakan apakah Amerika Serikat turut serta atau sejauhmana bakal terlibat.

Stasiun televisi yang berbasis di Dubai dan Media Irak telah melaporkan terjadi sejumlah serangan udara selama satu bulan lalu di sekitar Hawija, atau 210 km (130 mil) dari irak Utara.

Bulan lalu, Washington menyatakan tengah mengerahkan kekuatan baru sekitar 100 tentara operasi khusus yang direncanakan untuk melawan kekuatan ISIS di Irak dan basis terkuat, Suriah. Namun, pejabat AS tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Militer AS maupun Irak sama-sama menyangkal bahwa pasukan AS telah melakukan operasi militer bawah tanah di Hawija sejak Oktober, disaat yang sama pasukan khusus AS dan pasokan komando Kurdi Peshmerga menyelamatkan 69 penduduk Irak dan menyebabkan satu pasukan tewas dalam serangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, ISIS

Sumber : Reuters
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top