Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebelas Ekor Gajah Mati Diracun dengan Sianida

Pejabat Taman Nasional Zimbabwe mengonfirmasi 11 gajah mati keracunan sianida di Taman Nasional Hwange. Taman yang sama di mana seorang dokter gigi Amerika menewaskan seekor singa pada Juli lalu. Kejadian ini memicu kemarahan internasional.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Oktober 2015  |  07:06 WIB
Ilustrasi-Gajah - Reuters
Ilustrasi-Gajah - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA-- Pejabat Taman Nasional Zimbabwe mengonfirmasi 11 gajah mati keracunan sianida di Taman Nasional Hwange. Taman yang sama di mana seorang dokter gigi Amerika menewaskan seekor singa pada Juli lalu. Kejadian ini memicu kemarahan internasional.

Sementara itu, tiga gajah lainnya ditemukan mati diracun di Taman Nasinal Matusadona di Zimbabwe Barat.

Manajemen Taman dan Margasatwa serta  polisi Zimbabwe mengatakan, kepada CNN mereka telah menangkap lima tersangka.

Seorang sumber di kantor taman nasional mengatakan, gajah di Matusadona sengaja diracuni, diduga menggunakan kulit jeruk dicampur sianida. Sementara, gajah di Hwange diracuni menggunakan garam dibubuhi racun yang sama.

Di antara gajah yang mati itu, empat ditemukan dengan gading telah dicabut. Beberapa gajah dikatakan masih berusia sangat muda untuk memiliki gading, yang termuda berusia 3 bulan.

"Itu adalah cara yang mengerikan untuk mati," kata Carel Verhoef, pemandu profesional Afrika, di Cape Town, Afrika Selatan kepada CNN.

Sianida adalah racun yang mempengaruhi pernapasan dan fungsi organ tubuh lain dan gajah-gajah itu dilaporkan mati lemas.

Sumber dari kantor taman nasional membenarkan. Dia menyebut, burung Hering dan impalas juga ditemukan tewas di tempat kejadian, keracunan sianida.

Ini bukan pertama kalinya pemburu menggunakan sianida. Pada 2013, sekitar 300 gajah diracun di Taman Nasional Hwange. Pembunuhan atas gajah dipercaya sebagai upaya memenuhi permintaan global akan gading yang diperdagangkan secara ilegal.

Sianida relatif mudah diperoleh di Zimbabwe karena banyaknya tambang di dalam negeri dan konservasionis mengatakan, pemburu lebih suka itu karena suara tembakan akan menarik perhatian para petugas taman.

Tapi untuk gajah, hewan yang sangat berorientasi keluarga, perburuan memiliki implikasi jauh melampaui trauma fisik.

"Ini akan sangat mengganggu kawanan dan strukturnya," kata Verhoef.
 
Ada sekitar 400 ribu gajah yang tersisa di Afrika. Dan di seluruh dunia, menurut Dame Daphne Sheldrick dari David Sheldrick Wildlife Trust di Kenya pada Juli lalu, gajah mati setiap 15 menit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top