Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WWF: Penanganan Kebakaran Hutan Harus Terpadu

Lembaga konservasi WWF Indonesia meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga melakukan penanganan terpadu guna mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 29 September 2015  |  19:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran dibantu personil TNI dan Polri berusaha memadamkan lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Sabtu (5/9). - Antara
Petugas pemadam kebakaran dibantu personil TNI dan Polri berusaha memadamkan lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Sabtu (5/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga konservasi WWF Indonesia meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga melakukan penanganan terpadu guna mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

“Kebanyakan titik api teridentifikasi berada di lahan gambut dan sejauh ini upaya pencegahan dan penanggulangan di lapangan nampak belum efektif,” kata Direktur Konservasi WWF Indonesia Arnold Sitompul dalam siaran pers, Selasa (29/9/2015).

Pemerintah, kata dia, perlu meningkatkan rekayasa hujan pada wilayah-wilayah penyumbang titik api terbanyak. Pasalnya, Arnold menilai penggunaan bom air belum mampu meredam titik api pada lahan gambut.

Hingga Senin kabut asap pekat masih melingkupi Kalimantan. Dalam satu minggu terakhir, kualitas udara di Kota Palangkaraya dan Pontianak berulang kali mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan.

Data konsentrasi partikulat PM10 Palangkaraya di situs Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) mencatat rata-rata PM10 pada Senin sebesar 463 mikrogram per meter kubik.

Pascakunjungan Presiden Jokowi ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kebakaran lahan dan hutan belum mereda. Hingga hari ini, kegiatan belajar-mengajar di Palangkaraya sudah diliburkan setidaknya selama dua minggu. Sepanjang September 2015, Dinas Kesehatan Kalteng mencatat sekurangnya 15.000 orang terkena ISPA.

Sementara itu, Manajer Program Kalimantan Tengah WWF Indonesia mengatakan bencana asap tahunan menimpa provinsi itu karena lemahnya persiapan dalam mengantisipasi musim kemarau.

“Pembangunan dam, dikenal oleh masyarakat lokal dengan istilah penabatan, perlu dilakukan sejak sekarang guna untuk menjaga kestabilan kandungan air dan kelembaban gambut sepanjang tahun,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan wwf kebakaran hutan bencana asap
Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top