Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UNESCO Dukung Inisiatif Global Untuk Sekolah Aman di Indonesia

Untuk melindungi masa depan anak bangsa, United Nation Education, Science, Culture and Communication Organization (UNESCO) berkomitmen untuk menciptakan sekolah aman bagi negara-negara rawan bencana, salah satunya Indonesia.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 29 September 2015  |  16:59 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Untuk melindungi masa depan anak bangsa, United Nation Education, Science, Culture and Communication Organization (UNESCO) berkomitmen untuk menciptakan sekolah aman bagi negara-negara rawan bencana, salah satunya Indonesia.

Programme Officer Disaster Risk Reduction and Indian Ocean Tsunami Information Center UNESCO, Ardito M. Kodijat mengatakan, saat ini terdapat 26 negara yang telah berkomitmen bersama UNESCO dalam program World wide Initiative Safe School (WISS) atau inisiatif global untuk sekolah aman.

"Keamanan sekolah adalah tanggung jawab moral kita. Tidak ada yang mau anak-anak cidera dikarenakan runtuhnya infrastruktur sekolah karena bencana," ujar Ardito dalam konferensi nasional sekolah aman 2015, Selasa (29/9/2015).

Menurutnya, sekolah mempunyai peran penting dalam komunitas masyarakat setempat serta menjadi kunci dalam mempromosikan budaya keselamatan.

"Sekolah punya kapasitas transfer pengetahuan dan pembelajaran yang sangat tinggi, tempat belajar dan mendidik keluarga dan komunitas mereka tentang cara untuk mengurangi risiko dan lebih tahan terhadap bencana," paparnya.

Selain itu, kata Ardito, pemerintah harus melindungi investasi infrastruktur publik yang kritis seperti sekolah yang merupakan investasi dalam membangun masyarakat tangguh.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengurangan Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PRB BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu mengadaptasi bentuk penanggulangan bencana dari negara lain, karena setiap daerah memiliki karalteristik dan potensi bencana yang berbeda-beda sehingga tidak cocok diterapkan di berbagai daerah lain.

"Harus ada standar penanggulangan nasional sendiri, sekolah yang aman di Indonesia itu seperti apa. Kalau punya standar nasional yang lebih baik kan bisa kita angkat jadi ISO," ujar Lilik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana alam unesco
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top