Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada, Ada Kabar WNI Membelot dari ISIS

Kriminolog Kemal Dermawan menyatakan kabar adanya warga negara Indonesia (WNI) yang membelot dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) harus diwaspadai.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 27 September 2015  |  22:25 WIB
Ilustrasi-Tentara Irak turunkan bendera ISIS - Reuters
Ilustrasi-Tentara Irak turunkan bendera ISIS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -  Kriminolog Kemal Dermawan menyatakan kabar adanya warga negara Indonesia (WNI) yang membelot dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) harus diwaspadai.

"Kita harus tetap waspada dan tidak cepat percaya begitu saja dengan pengakuan mereka. Harus ada tindakan-tindakan yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah untuk mengklarifikasi kebenaran berita tersebut," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (27/9/2015).

Sebanyak 85 orang anggota ISIS dikabarkan melarikan diri dan membelot, yang empat orang di antaranya dari Indonesia yakni Abdul Hakim Munabari, Ahmad Junaedi, Helmi Alamudi, dan Mazlan.

"Kita harus benar-benar mempelajari kabar tersebut. Sebab, kalau mereka pernah bergabung dengan ISIS, maka cukup sulit bagi negara untuk memberi perlindungan buat mereka," kata Ketua Departemen Kriminologi FISIP UI Kemal Dermawan itu.

Menurut dia, empat orang yang kabarnya telah membelot dari ISIS itu masih sebagian kecil dari WNI yang telah bergabung dengan kelompok militan tersebut. Namun, kabar itu tetap cukup positif bagi meredam propaganda ISIS.

Kendati demikian, kata Kemal, tetap harus dilakukan langkah antisipasi, baik itu oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) maupun berbagai lembaga terkait lainnya. Dikatakannya, kalau keempat WNI eks ISIS itu tidak pulang ke Indonesia tidak ada masalah, tapi kalau mereka kembali ke Indonesia, tentu harus ada tindakan atau upaya untuk mencegah mereka menyebarkan paham kekerasan di Tanah Air.

"Siapa yang bisa menjamin apakah mereka benar-benar telah 'sembuh' dari pengaruh ISIS?" kata Kemal.

Staf pengajar Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian UI Bambang Widodo Umar berpendapat WNI yang menyatakan menyesal bergabung dengan ISIS dan ingin kembali ke Indonesia juga perlu diberikan perlindungan. "Mereka tetap harus diberi perlindungan bila benar-benar telah 'sembuh'. Caranya terus memberikan penyadaran buat mereka dan mengubah 'mindset'(pola pikir,red) mereka untuk mengabdi kepada Indonesia," ujarnya.

Namun demikian, Bambang juga sepakat keberadaan mereka tetap harus diwaspadai. Jangan sampai mereka yang menyatakan sadar dan ingin kembali ke NKRI ini justru malah berpura-pura dan menyebarkan paham ISIS di Indonesia.

"Tentunya selain dengan membina juga ada deteksi. Intelijen juga harus ikut berperan dalam mengawasi. Kalau mereka ini dibina lalu sebenarnya menyimpang, maka intelijen juga harus tahu," tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ISIS

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top