Berjuang Jangan Takut Lapar

Keluarga besar Lembaga Bantuan Hukum Bandarlampung menyatakan berdukacita mendalam serta kehilangan sosok Adnan Buyung Nasution, pengacara senior, juga pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Martin Sihombing | 24 September 2015 16:49 WIB
Kerabat menaburkan bunga diatas makam almarhum Adnan Buyung Nasution di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (24/9). - Antara

Bisnis.com, BANDARLAMPUNG - Keluarga besar Lembaga Bantuan Hukum Bandarlampung menyatakan berdukacita mendalam serta kehilangan sosok Adnan Buyung Nasution, pengacara senior, juga pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

"Almarhum juga bapak gerakan bantuan hukum struktural," kata Direktur LBH Bandarlampung, Wahrul Fauzi Silalahi, di Bandarlampung, Rabu (23/9/2015.

"Kami seluruh advokat publik, staf dan karyawan serta alumni LBH Bandarlampung turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Adnan Buyung Nasution yang telah mendirikan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan LBH kantor daerah seluruh indonesia. Beliau adalah pembina sekaligus bapak kami dalam gerakan bantuan hukum struktural," katanya.

"Bahwa dalam berjuang harus berani dan jangan takut lapar, dalam memperjuangkan para pencari keadilan khususnya masyarakat arus bawah," ujar dia pula.

Wahrul Fauzi menyatakan, "Kesan saya terakhir bertemu beliau di Jakarta, lantas berpesan kepada saya untuk terus berkomitmen secara ikhlas dalam memperjuangkan persoalan masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan.

Kemudian, lanjut dia, dipertegas lagi bahwa dalam berjuang harus berani dan jangan takut lapar dalam memperjuangkan para pencari keadilan khususnya masyarakat arus bawah.

"Peranan beliau dalam membangun proses penegakan hukum dan alam demokrasi di Indonesia sangat luar biasa, dan konsep Bantuan Hukum Struktural yang kami gunakan dalam melakukan kerja advokasi di lapangan, kami tidak pernah keluar dan lari dari nilai-nilai maupun strategi hukum yang beliau lakukan dan tanamkan dalam memperjuangkan keadilan," katanya lagi.

"Selamat jalan Abang, semoga perjuanganmu dalam membangun alam penegakan hukum, demokrasi dan HAM di negeri ini akan menjadi amal ibadah untuk mendapatkan tempat surga yang layak di sisi Allah SWT. Amin," ujar Wahrul pula.

Pengacara senior Adnan Buyung Nasution meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta, Rabu, pada pukul 10.17 WIB.

Kabar duka itu disampaikan melalui pesan singkat, salah satunya dari Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana di Jakarta, Rabu (23/9).

"Innalilahi wainaillaihi rojiun, kabar duka dari Bang Adnan Buyung Nasution, telah meninggal dunia Rabu hari ini, setelah dirawat di ICU," kata Ari pula.

Tak lama berselang Menteri Perindustrian Saleh Husin menyebutkan hal serupa dalam pesan singkatnya.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah wafat di RSPI jam 10.17 WIB pagi ini, kami ikut duka cita yang amat dalam, semoga khusnul khotimah, aamiin, yaa, robbal 'aalamiin ...," katanya.

Pria dengan nama lengkap Adnan Bahrum Nasution itu lahir di Jakarta, 20 Juli 1934, dan telah sejak muda berkiprah di bidang hukum.

Selain itu, ia juga menjadi aktivis sejak masa mudanya sampai ia wafat.

Salah satu organisasi yang didirikannya adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Pada tahun 2007--2009, Adnan Buyung Nasution dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bagian Hukum.

Sumber : ANTARA

Tag : perjuangan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top