Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEBAKARAN HUTAN: Pemegang Konsesi Wajib Bangun Kanal

Kalau tidak dibangun kanal, kata Presiden, setiap tahun pemerintah harus bahu membahu dan mengerahkan TNI dan Polri untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 23 September 2015  |  14:14 WIB
Teknisi Helikopter MI 171 milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memeriksa mesin Helikopter MI 171 di Base Off Landasan Udara TNI AU Palembang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Selatan, Kamis (27/8). Helikopter tersebut menunggu jarak pandang membaik untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan melalui udara (water boombing) dikarenakan jarak pandang yang menurun hingga 400 meter pada pagi hari karena kabut asap. - Antara/Nova Wahyudi
Teknisi Helikopter MI 171 milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memeriksa mesin Helikopter MI 171 di Base Off Landasan Udara TNI AU Palembang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Selatan, Kamis (27/8). Helikopter tersebut menunggu jarak pandang membaik untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan melalui udara (water boombing) dikarenakan jarak pandang yang menurun hingga 400 meter pada pagi hari karena kabut asap. - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta seluruh pemilik konsesi hutan memperbaiki tata kelola lahan gambut serta membuat kanal di sekitar lahan untuk mengatasi masalah kebakaran.

"Wajibkan seluruh pemilik konsesi membuat kanal," kata Presiden dalam siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Rabu (23/9/2015).

Kalau tidak dibangun kanal, kata Presiden, setiap tahun pemerintah harus bahu membahu dan mengerahkan TNI dan Polri untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk itu perlu ada kanal, ada embung dan sosialisasikan bahaya kebakaran lahan  kepada masyarakat," ujar Presiden

Penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui jalur dara sudah dikerahkan kekuatan dari BPBD, Kepolisian, dan masyarakat.

"Telah diterjunkan 2.159 prajurit TNI dan Polri dan telah didatangkan prajurit tambahan sebanyak 500 prajurit, sehingga total 2.659 personel," kata Jokowi.

Dari udara, dikerahkan satu unit pesawat CN 295 dan tiga Casa 212 untuk pengendalian kebakaran. Pesawat-pesawat yang ada di semua provinsi juga telah dikerahkan, termasuk 17 helikopter untuk pembuatan waterbomb yang berfungsi dijatuhkan air dari udara.

Garam dapur yang ditebar untuk merangsang hujan buatan mencapai 200 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi kebakaran hutan
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top