Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemuda Ini Menjadi Jutawan Gara-gara Rajin ke Perpustakaan

Berkat perpustakaan, dapat mengubah perjalanan hidup seseorang menuju kehidupan yang lebih baik. Dari hanya seorang pengangguran yang bingung mencari pekerjaan selepas lulus SMA, kini menjadi pengusaha jahe merah.Melalui program perpustakaan seru (perpuseru) yang dicanangkan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dapat mengubah jalan hidup Wahyu Widodo (19 tahun).
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 22 September 2015  |  16:59 WIB
Pengusaha Jahe Merah, Wahyu Widodo  -  Yulianisa Sulistyoningrum / Bisnis.com
Pengusaha Jahe Merah, Wahyu Widodo - Yulianisa Sulistyoningrum / Bisnis.com

Kabar24.com, JAKARTA -- Berkat perpustakaan, dapat mengubah perjalanan hidup seseorang menuju kehidupan yang lebih baik. Dari hanya seorang pengangguran yang bingung mencari pekerjaan selepas lulus SMA, kini menjadi pengusaha jahe merah.

Melalui program perpustakaan seru (perpuseru) yang dicanangkan oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dapat mengubah jalan hidup Wahyu Widodo (19 tahun).

Berawal dari cita-citanya jadi pengusaha, pemuda kelahiran Sragen, Jawa Tengah ini merubah jalan hidupnya dengan berbekal ilmu yang didapatkan dari pelatihan dan informasi dari internet yang dia dapatkan dari perpustakaan di kelurahan dekat tempat tinggalnya.

"Awalnya habis lulus SMA bingung mau ngapain, sempat kepikiran untuk usaha jahe merah. Tapi gak punya modal. Orang tua juga tidak mendukung, katanya suruh bertani aja," ujar Wahyu di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Setelah mendapatkan pelatihan di perpustakaan desa, Wahyu mendapat ide untuk memulai usaha jahe merah. Dia lalu mencari informasi bibit hingga budi daya jahe melalui internet yang ada di perpustakaan.

“Modal awalnya Rp400 ribu, itu juga dengan susah payah mintanya. Akhirnya saya belikan bibit dan medianya. Tapi, selang satu bulan bibit itu mati semua,” ungkapnya.

Kegagalan tersebut tidak lantas membuat Wahyu patah semangat. Dengan sisa modal Rp50 ribu, dia pergi ke perpustakaan lagi untuk mencari informasi cara pembibitan jahe merah. Berdasarkan informasi yang didapatnya dari internet, warga Desa Wonorejo ini melakukan pembibitan .

“Hasil pembibitan sendiri lebih bagus. Terus saya iseng foto. Kemudian waktu ke perpustakaan kan ada akses internet, bibit jahe merah itu coba saya iklankan secara online,” ucapnya.

Tak lama berselang, setelah dua jam diiklankan, terdapat calon pembeli dari Purwodadi dan Purworejo yang ingin membeli jahe merah hasil pembibitannya. Karena belum tahu cara mengirimkannya, pesanan tersebut diantarkannya sendiri menggunakan bus.

Kejadian tersebut lantas menjadi titik awal keberhasilan Wahyu sebagai pengusaha muda. Kini, usahanya sudah berkembang dan menghasilkan omzet yang cukup menjanjikan.

“Dari Januari sampai sekarang omzet sudah mencapai Rp10 juta. Saya pun akhirnya bisa kuliah dengan biaya sendiri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Usaha di Sragen ada yang bantu, jadi usaha sama kuliah tetap jalan,” katanya.

Mahasiswa yang mengambil jurusan agribisnis itu pun dengan malu-malu mengungkapkan, memiliki beberapa pegawai yang membantunya dalam menjalankan usahanya itu.

Chief Executive Coca Cola Foundation Indonesia Titie Sadarani mengaku bangga dan terharu PerpuSeru yang diinisiasi pihaknya dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Ia menampik program yang dijalankan CCFI adalah strategi bisnis untuk meningkatkan penjualan atau membidik pasar baru di daerah.

“Kami hanya ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat. Coca Cola Foundation tidak ada hubungannya dengan bisnis. Program yang kami jalankan murni sebagai upaya pengembangan masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya melihat potensi besar yang dimiliki perpustakaan yang dinilainya dapat memperbaiki kualitas sumberdaya manusia bisa didapatkan dari perpustakaan.

“Fungsi perpustakaan, tak sekadar sebagai tempat meminjam dan membaca buku semata. Coca Cola Foundation juga mengajak serta Perpustakaan Nasional untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Dari pusat kegiatan ini masyarakat bisa belajar banyak hal, termasuk bagaimana meningkatkan usaha yang sudah digelutinya,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perpustakaan
Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top