Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak Yang Lama Bermain Gadget Bisa Mengalami Mata Minus

Sejak beberapa tahun belakangan ini gadget merasuk ke dalam kehidupan anak-anak. Orangtuanya bangga anaknya yang usia di bawah 10 tahun sudah bisa mengoperasikan gadget dan main game.
Reni Efita
Reni Efita - Bisnis.com 19 September 2015  |  23:49 WIB
Ilustrasi: Anak bermain gadget
Ilustrasi: Anak bermain gadget
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejak beberapa tahun belakangan ini gadget merasuk ke dalam kehidupan anak-anak. Bahkan beberapa  orangtua bangga anaknya yang usia di bawah 10 tahun sudah bisa mengoperasikan gadget dan main game.
 
Tapi orangtua perlu waspada, kesenangan saat ini bisa berakibat negatif terhadap kesehatan mata anak. Karena kelamaan mata terpapar melihat dekat untuk main game atau nonton televisi, kata dokter spesialis mata Ciputra SMG Eye Clinic Utami Noor Sya'bani.
 

Dia mengatakan kebiasaan itu bisa mengakibatkan mata anak bisa rabun jauh atau mata minus. dan jumlah minusnya bisa bertambah.

"Ada dua faktor penyebab mata anak rabun jauh (myopia) yaitu faktor keluarga dan faktor lingkungan," kata Utama disela-sela acara Ciputra SMG Eye Clinic memperkenalkan metode ReLEx SMILE di Ciputra World, akhir pekan ini.
 
Faktor keluarga berupa genetik dan faktor lingkungan antara lain pengaruh main gadget, nanton televisi dari jarak dekat.
 
Untuk menjaga mata agar tetap sehat, Utami menyarankan untuk anak umur 3-6 tahun dibatasi main gadget 1 jam perminggu. Selain itu, juga rajin makan sayur dan buah.
 
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top