Target Wisman Tahun Ini Diprediksi Tercapai

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo optimistis target 10 juta wisatawan mancanegara tahun ini dapat tercapai, terdorong high season liburan musim panas dan kebijakan bebas visa 45 negara.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 03 Juli 2015  |  17:52 WIB
Target Wisman Tahun Ini Diprediksi Tercapai
Turis asal China bebas visa ke Indonesia mulai - spraguephoto.com

Bisnis.com, BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo optimistis target 10 juta wisatawan mancanegara  tahun ini dapat tercapai, terdorong high season liburan musim panas dan kebijakan bebas visa 45 negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman yang berkunjung ke Indonesia sepanjang Januari—Mei 2015 mencapai 3,84 juta orang.

“Target akan tercapai saat memasuki high season di bulan Juli, Agustus, November, dan Desember,” katanya ditemui di ITB, Jumat (3/7/2015).

Dia menjelaskan, pada Desember biasanya perolehan jumlah wisman mencapai 900.000 orang, sehingga tak heran bila perolehan jumlah wisman periode Januari-Mei 2015 terdapat 3-4 juta wisman, atau hanya 800.000 orang per bulan.

“Kalau dikalikan 12 maka totalnya akan ada 9,6 juta. Tapi ada high season ketika musim panas Juli sampai Agustus, banyak wisman yang berlibur ke Indonesia. Kemudian di Novemberr-Desember juga high season, kaitannya dengan natal dan tahun baru, orang-orang juga berlibur kesini,” paparnya.

Selain itu, Indroyono optimistis jumlah kunjungan wisman akan meningkat karena dipermudah melalui kebijakan bebas visa untuk 45 negara. “Untuk bebas visa ditargetkan tambahan bebas visa untuk 30 negara lagi, menjadi 75 negara pada tahun 2016,” ujarnya.

Di samping itu, melalui Peraturan Presiden No.180 Tahun 2014, perizinan kapal-kapal wisata, kapal layar dan yacht dipermudah. "Jumlah pulau di Indonesia mencapai lebih dari 17.500 pulau dan baru sekitar 13.400 pulau bernama memiliki garis pantai sepanjang 81.000 kilometer dengan keindahan pantai, taman laut, matahari sepanjang tahun serta keragaman budayanya menjadikannya potensi unggulan sub-sektor wisata bahari," ujar Indroyono.

Indroyono menjelaskan terdapat dua jenis perizinan kapal layar, Clearance Approval for Indonesian Territory (CAIT), di mana izinnya dikeluarkan dari Mabes TNI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Untuk CAIT, mereka menjanjikan untuk empat pintu masuk yaitu Bali, Jakarta, Makassar, dan Kupang akan selesai 3 hari, tapi kami mendengar akan lebih cepat lagi mungkin 1 hari. Jika itu sukses, yang 13 pintu masuk lagi akan mengikuti,” ujar Indroyono.

Satu lagi perizinan yaitu, Customs Immigration Quarantine Port (CIQP), dijanjikan akan selesai dalam kurun waktu 4 sampai 5 jam.

Indroyono mengungkapkan bahwa ada 3.000 kapal layar yang ingin masuk ke Indonesia, di mana satu kapal layar memiliki biaya sewa parkir sekitar US$400 per bulan.

“Sekarang marina-marina yang ada sedang dibuat untuk tempat parkir seperti  di Kupang, Pelabuhan Bajo, Batam, Belitung Timur.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisatawan asing

Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top