Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

YORRYS RAWEYAI: Saya Heran, Aburizal Bakrie Gembar-Gembor Minta Islah

Wakil Ketua Partai Golkar kubu Agung Laksono Yorrys Raweyai heran dengan permintaan kubu Aburizal Bakrie gembar gembor minta islah pasca putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 25 Mei 2015  |  19:43 WIB
Yorrys Raweyai. - ANTARA
Yorrys Raweyai. - ANTARA
Kabar24.com, JAKARTA - Wakil Ketua Partai Golkar kubu Agung Laksono Yorrys Raweyai heran dengan permintaan kubu Aburizal Bakrie gembar gembor minta islah pasca putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara. 
 
Tawaran rekonsiliasi itu sebenarnya sudah ditawarkan kubu Agung Laksono kepada kubu Ical sejak Desember tahun lalu tetapi saat itu kubu Aburizal Bakrie lebih suka menentukan kepengurusan Golkar melalui jalur hukum. 
 
"Kenapa setelah PTUN ARB ribut soal islah, padalah pertama kami tawarkan itu sejak Desember, mari rekonsiliasi, karena kita berpikir partai. Mereka enggak mau, hukum saja, hukum," kata Yorrys seusai di kantor Luhut B. Pandjaitan, Senin (25/5/2015). 
 
Sekarang sudah ada putusan PTUN , itupun menurut Yorrys belum punya kekuatan. Pasalnya masih bisa banding dan kasasi. Sementara kubu Agung berada di atas angin karena punya dua legalitas formal SK Menkumham yang tidak pernah dibatalkan dan keputusan Mahkamah Partai. 
 
"Mereka punya apa, PTUN, kapan bisa dieksekusi kok tiba-tiba ribut soal islah, kami enggak ada urusan pada islah," ujar Yorrys. 
 
"Kita dari dulu enggak pernah [bikin isu Islah], setelah mereka bilang enggak mau islah, pakai jalur hukum, kita ladenin, dia lapor kita ke Jakarta Utara, Barat, Bareskrim, kemudian class action Jakarta Selatan, mereka ini tiba-tiba islah." 
 
 
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai golkar
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top