Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak Hanya Indonesia, Beras Plastik Sudah Menyebar di Negara Asia Lain

Beras plastik rupanya tidak hanya beredar di Indonesia, tapi menyebar di seluruh negara-negara di Asia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  10:13 WIB
Tidak Hanya Indonesia, Beras Plastik Sudah Menyebar di Negara Asia Lain
Pedagang beras - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA- Beras plastik rupanya tidak hanya beredar di Indonesia, tapi menyebar di seluruh negara-negara di Asia, utamanya negara yang populasi warga pedesaannya besar seperti India dan Vietnam, demikian menurut The Straits Times.

Beras plastik itu dilaporkan terbuat dari kentang, ubi dan resin atau sejenis senyawa polymer rantai karbon yang biasa digunakan untuk merekatkan. Semua bahan lalu dibentuk menjadi seperti beras sebenarnya.

Rumor terakhir, beras plastik dikabarkan masuk ke Singapura. Namun juru bicara Otoritas Pertanian Pangan dan Penyakit Hewan (AVA) mengatakan pada The Straits Times: "Sebagai bagian dari pengawasan rutin AVA, beras impor diinspeksi secara berkala dan diambil sampelnya untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar keamanan pangan dan persyaratan kita".

"Tes sampel kita meliputi berbagai bahaya makanan. Sejauh ini hasil tes memuaskan. Tak ada umpan balik soal beras palsu."

Pakar kesehatan dan ahli asupan pangan telah mengingatkan bahwa mengkonsumsi bulir beras palsu bisa mematikan atau mengakibatkan kerusakan serius pada sistem pencernaan.

Berita tentang beras palsu umumnya dijual di pasar Tiongkok, khususnya di Taiyuan, Provinsi Shaanxi. Kabar itu beredar di media sosial populer seperti WhatsApp dan Facebook.

Selain Singapura, Malaysia juga menyangkal beras palsu neredar di negaranya. Kementerian Pertanian dan Industri Berbasis Pertanian Malaysia mengatakan pihaknya tak menerima laporan apapun terkait beras palsu.

Menteri Ismail Sabri Yaakob menyangkal menerima laopran seperti itu, dan meyakinkan konsumen akan diberi arahan bagaimana mengidentifikasi bulir palsu.

Berbicara pada para awak media usai pertemuan Young Agropreneur pada hari Senin, Datuk Seri Ismail mengatakan keluhan terkait barang palsu ada di bawah wewenang Kementerian Kerjasama Konsumerisme dan Perdagangan Domestik.

"Bagaimanapun, kami akan membantu kementerian terkait hal-hal teknis mengidentifikasi beras. Contohnya, kami bisa memberi petunjuk-petunjuk pada koneumen tentang bagaimana membedakan beras asli dan palsu," katanya.

Menteri Perdagangan Domestik Malaysia Hasan Malek mengatakan kabar beras plastik yang telah menyebar luas di Internet, mungkin saja benar mungkin saja tidak benar, namun kementerian tak akan menanggapinya dengan gampang.

"Saya juga sudah mendengar kabar itu. Kabar itu bisa benar atau salah, kami tidak tahu tentang itu. Kita juga tidak tahu jika beras palsu sudah mendarat di negara kita namun kita tak akan menanggapinya dnegan gampang. Kami akan melakukan investigasi di seluruh negeri," kata Datuk Seri Hasan pada Senin.

Hasan menambahkan tim investigasi akan fokus pada bermacam-macam toko kecil untuk mengecek apakah mereka menjual beras palsu, terutama di daerah pinggiran dan pedesaan.

"Kami akan melakukan investigasi namun pada saat yang sama saya akan memohon dengan sangat konsumen untuk melapor ke kementerian jika mereka melihat beras seperti itu. Semua laporan akan dirahasiakan," katanya, menambahkan bahwa kementerian akan mengambil langkah melawan pedagang yang berjualan merantau.

Sumber dari industri beras mengatakan, beras seperti itu tak akan dijual secara terang-terangan di supermarket dan hypermarket.

"Jika ada di Malaysia, kemungkinannya akan dijual di toko-toko kecil," kata salah seorang sumber.

Dia juga mengatakan akan sulit bagi tengkulak untuk menjual beras plastik setelah adanya peraturan ketat di negara-negara titik masuk.

"Namun ada kemungkinan beras plastik diselundupkan melalui perbatasan negara," katanya.

Penyelundup bisa menggunakan berbagai metode untuk memasukkan produknya karena mereka tahu akan sulit mendeteksi jika beras plastik dicampur dengan beras biasa.

Saat dikontak, kepala ahli asupan pangan Institut Jantung Nasional (IJN) Mary Easaw-John mengatakan "beberapa substansi seperti resin plastik, tidak seharusnya dikonsumsi dan dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif pada sistem pencernaan."

Pemalsuan makanan adalah masalah yang serius. Sekitar 300.000 orang jatuh sakit dan setidaknya enam bayi meninggal pada tahun 2008 saat susu Tiongkok dan formula bayi ditemukan dipalsukan dengan melamine.

Akhir tahun itu, melamin juga ditemukan di telur-telur asal tiongkok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis

Sumber : Antara

Editor : Andhina Wulandari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top