Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekanbaru Kejar Target PAD Rp1 Triliun

Pemerintah Kota Pekanbaru bersinergi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) Rp1 triliun di sepanjang tahun ini, menyusul rekomendasi dari DPRD setempat.
Gemal Abdel Nasser P.
Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 19 Mei 2015  |  19:12 WIB
Ilustrasi: Tugu Zapin Kota Pekanbaru - indonesia.travel
Ilustrasi: Tugu Zapin Kota Pekanbaru - indonesia.travel

Bisnis.com, PEKANBARU -- Pemerintah Kota Pekanbaru bersinergi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) Rp1 triliun di sepanjang tahun ini, menyusul rekomendasi dari DPRD setempat.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus akan mengajak dinas terkait untuk bersinergi agar kejadian seperti tahun lalu tidak terulang. Karena tahun 2014, PAD hanya Rp430 miliar dari target Rp550 miliar.
“DPRD telah merekomendasikan pencapaian target PAD Rp1 triliun. Saya beserta dinas terkait bersinergi untuk mengejar target ini,” katanya di dampingi Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dan Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Syukri Harto.
Menurut Firdaus pendapatan yang paling berpotensial dari retribusi pajak daerah. Tahun ini, Pemkot menaikkan tarif Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) secara bertahap.
“Pekanbaru Kota berkembang, tidak punya sumber daya alam. Yang berpotensi itu retribusi pajak daerah. Tahun ini, kita juga menaikkan NJOP secara bertahap,” sebutnya.
Retribusi pajak sudah mencapai Rp71 miliar di Triwulan I tahun 2015. Namun, tidak tercapai targetnya Rp85 miliar. Sepanjang tahun ini, pemerintah menargetkan retribusi pajak Rp615 miliar.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Syukri Harto menambahkan peneriman pajak belum maksimal karena Pajak Bumu dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BHTB) belum terdata.
“Karena wajib pajak biasanya membayar pada akhir tahun,” ungkapnya.
Pemkot akan berupaya terus meningkatkan retribusi, diantaranya dengan membentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) di masing-masing kecamatan.
Adapun kecamatan yang memiliki UPTD adalah Pekanbaru Kota, Tenayan Raya, Rumbai, Bukit Raya, Payung Sekaki, Tampan dan Marpoyan Damai. “Kita berencana membuat unit untuk lebih mudah dalam sistem pemungutan,” kata Syukri.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru Desi Susanti mengatakan, selain harus bersinergi, jangan sampai ada oknum yang bermain.
 "Pemkot harus bersinergi dengan baik. PAD harus betul-betul dimasukkan ke kas daerah. Jangan jadi mainan oknum,” katanya.
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pad
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top