Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restoran di Tempat Ini Sajikan Menu Daging Manusia

Seorang pendeta kaget ketika disodori bon tagihan makanan di restoran yang terdapat di sebuah hotel di kawasan Anambra, Nigeria.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 17 Mei 2015  |  14:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, ANAMBRA, Nigeria - Seorang pendeta kaget ketika disodori bon tagihan makanan di restoran yang terdapat di sebuah hotel di kawasan Anambra, Nigeria.

Pada kertas tagihan itu, tertera harga makanan sang pendeta senilai US$4,40 atau setara Rp 57.400. Di Nigeria, harga ini teramat mahal. Bandingkan dengan penghasilan jutaan warga Nigeria yang kurang dari US$1 per hari!

"Seorang pengunjung memahami reaksi saya dan mengatakan kepada saya bahwa daging yang telah saya makan itu yang membuat bon tagihan saya mahal," kata sang pendeta, seperti dikutip dari News.com.au, Minggu (17/5/2015). 

Ternyata daging yang dihidangkan berasal dari tubuh manusia. "Saya tidak tahu saya disajikan daging manusia, harganya mahal," ujarnya.

Makanan yang disajikan restoran di hotel itu sudah lama menjadi rumor di kalangan para pengunjung. Seorang warga setempat mengaku sudah lama mencurigai apa yang terjadi di dalam hotel tersebut. 

"Setiap kali saya ke pasar, saya mengamati aktivitas aneh di dalam hotel. Orang-orang yang berpakaian kotor dan terlihat aneh keluar-masuk hotel, membuat saya curiga terhadap aktivitas mereka," tuturnya. 

Kecurigaan para pengunjung dan warga setempat terbukti ketika polisi menggeledah restoran itu atas pengaduan masyarakat. Di dalam restoran, polisi menemukan sejumlah kepala manusia masih berlumuran darah yang dimasukkan dalam plastik. 

Selain itu, polisi menemukan sejumlah senjata otomatis, granat, dan ponsel. Polisi menangkap sepuluh orang terkait dengan kejahatan ini. "Saya tidak terkejut atas temuan itu," ucap seorang warga. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restoran

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top