Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gempa 6,1 SR Goyang Bengkulu, Gubernur Pantau Kondisi Masyarakat

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengatakan tidak ada kerusakan yang timbul akibat gempa bumi 6,1 skala Richter (SR) yang melanda Bengkulu pada Sabtu subuh, 16 Mei 2015.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 16 Mei 2015  |  22:14 WIB
Ilustrasi gempa bumi - pakistantoday.com
Ilustrasi gempa bumi - pakistantoday.com

Kabar24.com, JAKARTA - Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengatakan tidak ada kerusakan yang timbul akibat gempa bumi 6,1 skala Richter (SR) yang melanda Bengkulu pada Sabtu subuh, 16 Mei 2015.

"Hingga saat ini belum ada laporan tentang korban jiwa maupun kerusakan rumah dan infrastruktur," kata Junaidi di Bengkulu, Sabtu (16/5).

Junaidi sudah berkoordinasi dengan Kepala BPBD provinsi yang memantau langsung kondisi di lapangan. Gempa yang berpusat di Timut Laut Kabupaten Bengkulu Utara itu dirasakan kuat oleh warga Kota Bengkulu.

Pantauan di Desa Sukabaru Kecamatan Putri Hijau, salah satu lokasi yang dilanda getaran kuat akibat gempa, tidak ada kerusakan bangunan yang terjadi.

"Warga hanya terbangun karena getaran kuat tapi tidak ada kerusakan atau korban jiwa," kata Kepala Desa Sukabaru Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara, Sahbudin.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa berkekuatan 6,1 SR mengguncang Bengkulu Utara, Sabtu dini hari. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. "Getaran gempa dirasakan kuat oleh masyarakat pada pukul 03.26 WIB," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bengkulu, Sudiyanto.

Sudiyanto mengatakan gempa terjadi di kedalaman 165 kilometer dan berpusat di Bengkulu Utara. Masyarakat di Bengkulu Utara merasakan gempa kuat selama 3 hingga 5 detik.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menyatakan Bengkulu berstatus siaga I setelah diguncang gempa tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa bengkulu

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top