Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Jokowi Kenakan Loreng & Atribut Lengkap Kostrad

Presiden Joko Widodo mengenakan baju loreng beserta atribut lengkap Kostrad saat melakukan peletakan batu pertama RS Moh Ridwan Meuraksa di Pinang Ranti Bambu Apus Jakarta Timur.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 13 Mei 2015  |  21:11 WIB
Presiden Joko Widodo saat Ground Breaking RS Moh Ridwan Meuraksa Pinang Ranti Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015). - JIBI/Akhirul Anwar
Presiden Joko Widodo saat Ground Breaking RS Moh Ridwan Meuraksa Pinang Ranti Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015). - JIBI/Akhirul Anwar

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengenakan baju loreng beserta atribut lengkap Kostrad saat melakukan peletakan batu pertama RS Moh Ridwan Meuraksa di Pinang Ranti Bambu Apus Jakarta Timur.

Dada kanan bertuliskan "Joko Widodo" sedangkan dada kiri presiden tersemat tulisan "TNI AD". Jokowi tampak lebih gagah dengan sepatu dinas lapangan meskipun di balik jaket Kostrad, badan kurusnya tetap kelihatan.

Layaknya prajurit TNI AD, pinggang Jokowi dilengkapi sabuk hitam lengkap dengan pistol bagian kanan dan kopel bagian kiri. Jokowi duduk diapit Panglima Jenderal TNI Moeldoko dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek ketika berada di tenda.

Kepala Staf Angkatan Darat Gatot Nurmantyo mengaku senang dengan penampilan Jokowi yang mengenakan atribut Kostrad yang membuktikan presiden dan prajurit TNI Angkatan Darat menyatu.

"Suatu hal yang luar biasa bapak presiden hadir di sini dengan atribut Kostrad Angkatan Darat, adalah kebanggaan luar biasa menyatunya presiden dengan prajurit Angkatan Darat," kata Gatot saat berpidato, Rabu (13/5/2015).

Dalam keterangannya, Gatot mengatakan RS Ridwan Meureksa di Pinang Ranti sudah diidam-idamkan sejak 1986. Dipicu dengan kebijakan pemerintah dengan adanya Kartu Indonesia Sehat, BPJS Kesehatan maka RS militer yang juga melayani pasien umum itupun terealisasi.

Menurut Gatot, RS Ridwan Meuraksa yang sebelumnya berada di Jl Kramat Raya Jakarta Pusat tidak memungkinkan untuk melayani pasien lebih banyak. Ketika belum ada KIS, pasiennya mencapai 400 dan sekarang ketika KIS diterbitkan mencapai lebih dari 1.000 pasien.

"Kemudian dipindahkan ke tempat ini, mendekatkan RS di tengah kota, maka dipindahkan dekat dengan asrama prajurit Kopassus, Brigif I Jaya Sakti, Kostrad, kemudian di Tangerang Bekasi dan Bogor. Ini sangat membantu dan meringankan ongkos," ujarnya.

Lahan yang tersedia mencapai 2,6 hektare merupakan hibah dari yayasan Harapan Kita sejak 2003. Luas bangunan induk 18.000 dan eksternal 2.000 meter persegi terdiri empat lantai terdiri 1 lantai ICU, spesialis, lantai dua poliklinik, lantai tiga dan empat rawat inap.

"Diharapkan 2-3 tahun selesai sehingga prajurit bisa dapat kesehatan memadai dan masyarakat sekitar bisa menikmatinya," jelas Gatot.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top