Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Tambah 220 MW untuk Sulut Tahun Ini

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bakal menambah kapasitas pembangkit untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mencapai 220 megawatt pada tahun ini.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 28 April 2015  |  22:55 WIB
Instalasi listrik - Bisnis.com
Instalasi listrik - Bisnis.com

Bisnis.com, MANADO - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bakal menambah kapasitas pembangkit untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mencapai 220 megawatt pada tahun ini.

Selain untuk mencukupi kebutuhan listrik di wilayah itu, penambahan pasokan juga untuk menopang Kawasan Ekonomi Khusus Bitung.

Direktur Niaga Manajemen Risiko dan Kepatuhan PLN Nicke Widyawati memperkirakan kebutuhan listrik KEK mencapai 240 MW. Untuk tahun ini, lanjutnya, akan ada penambahan pasokan sebesar 220 MW.

“Itu dihasilkan dari PLTG Gorontalo dan PLTG Amurang sehingga ada tambahan 220 MW. Tahun depan juga ada penambahan pasokan dari sejumlah PLTU sehingga akan mencukupi kebutuhan listrik di Sulut,” katanya, seusai Menikuti Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (28/4/2015).

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gorontalo direncanakan sebagai peaker dan akan tuntas pada Desember 2015 dengan kapasitas 100 MW. Sementara itu, untuk PLTG Amurang nantinya berkapasitas 120 MW yang akan tuntas pada November tahun ini.

PLTG Amurang merupakan PLTG mobile yang bisa dibongkar dan dipasang kembali. Langkah tersebut untuk meminimalisasi kendala kesulitan lahan. Nicke mengakui bila pihaknya mengalami kesulitan dalam pembebasan lahan, khususnya untuk pembangunan transmisi listrik.

“Pembangunan transmisi listrik juga tak kalah penting perannya. Untuk itu, kami mohon dukungannya dari Pemprov Sulut,” katanya.

General Manager PLN Sulawesi Utara Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) Baringin Nababan mengungkapkan saat ini pihaknya tengah membangun jaringan transmisi listrik agar Kota Bitung terkoneksi dengan jaringan listrik existing.

“Kami tengah membangun jaringan transmisi listrik untuk ruas Likupang-Bitung dan akan selesai 2016,” katanya.

Pembangunan jaringan 70 kilovolt yang ditargetkan tuntas pada tahun depan bakal membuat Bitung terkoneksi dengan jaringan yang ada. Alhasil, produksi listrik dari pembangkit listrik di luar Bitung bisa disalurkan ke kawasan ekonomi itu.

Pasalnya, dalam perencanaan sistem PLN, di daerah Likupang, Minahasa Utara akan dibangun dua unit pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) atau pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) berkapasitas masing-masing 150 megawatt (MW) sebagai peaker.

Kedua pembangkit itu, Minahasa Peaker dan Sulbagut Peaker ditargetkan beroperasi masing-masing 2017 dan 2024. Sementara di Bitung dan Likupang saat ini sudah ada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas masing-masing 57 MW dan 10 MW.

Dengan jaringan yang sudah interkoneksi, maka KEK Bitung bisa memperoleh pasokan dari daerah lainnya. Apalagi, dalam rencana PLN ada sejumlah pembangkit yang bakal beroperasi pada 2017 sehingga KEK yang diperkirakan beroperasi pada 2018 bakal memperoleh pasokan dari penambahan pembangkit itu.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top