Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menguak Misteri Kematian Nurdin Priatna

Iis mengatakan kepolisian juga sebelumnya menyuruh pihak keluarga untuk menandatangani kesepakatan bahwa keluarga tidak akan menuntut untuk melakukan otopsi atau visum pada korban.

3. Keluarga Dipaksa Teken Surat Tidak Menuntut Polisi

Iis mengatakan kepolisian juga sebelumnya menyuruh pihak keluarga untuk menandatangani kesepakatan bahwa keluarga tidak akan menuntut untuk melakukan otopsi atau visum pada korban.

Sejumlah kejanggalan yang dilakukan kepolisian menjadikan ketidakpercayaan bahwa Nurdin mati akibat terjatuh. "Kalau memang terjatuh, masa ada bekas lecet, lebam dan bolong-bolong ditubuhnya," kata Iis.

Eti Sumiati, kaka Nurdin juga mengaku kesal dengan kematian Nurdin yang dinilai janggal itu. Eti menuturkan sebelum Nurdin tewas, dia pernah berbicara melalui telpon dengan Nurdin. Obrolan antara Eti dan Nurdin menggunakan ponsel milik temannya yang juga pekerja SPBU.

"Dia mengatakan bahwa dia tidak mengambil uang itu," ujarnya. "Itu saja pembicaraan saya dengan Nurdin. Karena tiba-tiba ponselnya ditutup."

Kepala Polsek Sukmajaya Polresta Depok Agus Widodo menegaskan bahwa Nurdin tewas akibat terjatuh saat sedang menjalani pengembangan kasus pencurian yang dilakukannya. Agus mengungkapkan Nurdin mencoba kabur saat tangannya diborgol. Dia kemudian terjatuh dan kepalanya terbentur.

Pihak kepolisian kata dia, langsung menyampaikan kepada pihak keluarga terkait kondisi Nurdin yang terluka sehingga harus menjalani perawatan dan operasi di rumah sakit saat itu. Dia menjelaskan sedetil mungkin kejadian dan kemungkinan yang akan terjadi. "Keluarga juga sudah menerima," tuturnya.

Dia menuturkan hasil rekam medis dari rumah sakit akan keluar Senin (27/4/2015). Hasilnya bisa dilihat kesimpulan rekam medis Nurdin. Dia juga menegaskan bahwa Nurdin meninggal karena terdapat luka di bagian kepalanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper