Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Internal Pemkot Tegal, Gubernur Terjunkan Tim Investigasi

Konflik antara Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno dengan wakilnya Nursholeh yang terjadi setahun belakangan ini memberikan dampak tidak kondusif di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 23 April 2015  |  02:20 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015). - JIBI/Akhirul Anwar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015). - JIBI/Akhirul Anwar


ONLINE: Sengkarut Wali Kota Tegal, Gubernur Jateng Terjunkan Tim Investigasi
Muhammad Khamdi <[email protected]>
Wed 4/22/2015 10:15 PM
To:
Nastiti Pamuji Tri <[email protected]>;
jibi;
Ema Sukarelawanto <[email protected]>;
Roberto Purba <[email protected]>;
miftahul ulum <[email protected]>;
22/4/2015
BI/Online
Muhammad Khamdi

Konflik Internal Pemkot Tegal
Gubernur Terjunkan Tim Investigasi

Bisnis.com,SEMARANG - Konflik antara Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno dengan wakilnya Nursholeh yang terjadi setahun belakangan ini memberikan dampak tidak kondusif di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah.

Menyikapi konflik yang terjadi di tubuh pemerintahan Kota Tegal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan segera menurunkan tim investigasi.

"Ya akan saya turunkan tim investigasi untuk menangani masalah itu. Ini agar supaya jalannya pemerintahan Kota Tegal tetap kondusif dan tidak ada perpecahan kubu-kubuan di antara PNS," katanya seperti dikutip dalam laman jatengprov.go.id, Rabu (22/4/2015) siang.

Gubernur mengatakan polemik wali kota dengan wakilnya telah berdampak kurang baik terhadap kondisi pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintah setempat. Hal ini dibuktikan dengan adanya hukuman disiplin dari Wali Kota Tegal dengan menonjobkan 15 PNS di lingkungan Pemkot Tegal.

Menurut Ganjar, sanksi disiplin terhadap PNS tersebut setidaknya tidak perlu dilakukan karena dapat memecah belah tubuh PNS dan berdampak terhadap sistem pelayanan publik. Oleh karena itu, untuk meredam permasalahan itu harus segera diselesaikan secepat mungkin dengan menurunkan tim investigasi yang dikoordinasi inspektorat Provinsi Jateng.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, upaya penyelesaian konflik antara Wali Kota Tegal dengan wakilnya sudah pernah ditawarkan, namun pada kenyataannya hingga saat ini yang bersangkutan belum mengindahkannya.






ONLINE: Sengkarut Wali Kota Tegal, Gubernur Jateng Terjunkan Tim Investigasi
Muhammad Khamdi <[email protected]>
Wed 4/22/2015 10:15 PM
To:
Nastiti Pamuji Tri <[email protected]>;
jibi;
Ema Sukarelawanto <[email protected]>;
Roberto Purba <[email protected]>;
miftahul ulum <[email protected]>;
22/4/2015
BI/Online
Muhammad Khamdi

Konflik Internal Pemkot Tegal
Gubernur Terjunkan Tim Investigasi

Bisnis.com,SEMARANG - Konflik antara Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno dengan wakilnya Nursholeh yang terjadi setahun belakangan ini memberikan dampak tidak kondusif di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah.

Menyikapi konflik yang terjadi di tubuh pemerintahan Kota Tegal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan segera menurunkan tim investigasi.

"Ya akan saya turunkan tim investigasi untuk menangani masalah itu. Ini agar supaya jalannya pemerintahan Kota Tegal tetap kondusif dan tidak ada perpecahan kubu-kubuan di antara PNS," katanya seperti dikutip dalam laman jatengprov.go.id, Rabu (22/4/2015) siang.

Gubernur mengatakan polemik wali kota dengan wakilnya telah berdampak kurang baik terhadap kondisi pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintah setempat. Hal ini dibuktikan dengan adanya hukuman disiplin dari Wali Kota Tegal dengan menonjobkan 15 PNS di lingkungan Pemkot Tegal.

Menurut Ganjar, sanksi disiplin terhadap PNS tersebut setidaknya tidak perlu dilakukan karena dapat memecah belah tubuh PNS dan berdampak terhadap sistem pelayanan publik. Oleh karena itu, untuk meredam permasalahan itu harus segera diselesaikan secepat mungkin dengan menurunkan tim investigasi yang dikoordinasi inspektorat Provinsi Jateng.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, upaya penyelesaian konflik antara Wali Kota Tegal dengan wakilnya sudah pernah ditawarkan, namun pada kenyataannya hingga saat ini yang bersangkutan belum mengindahkannya.




Kabar24.com, SEMARANG - Konflik antara Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno dengan wakilnya Nursholeh yang terjadi setahun belakangan ini memberikan dampak tidak kondusif di lingkungan Pemkot Tegal, Jawa Tengah.

Menyikapi konflik yang terjadi di tubuh pemerintahan Kota Tegal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan segera menurunkan tim investigasi.

"Ya akan saya turunkan tim investigasi untuk menangani masalah itu. Ini agar supaya jalannya pemerintahan Kota Tegal tetap kondusif dan tidak ada perpecahan kubu-kubuan di antara PNS," katanya seperti dikutip dalam laman jatengprov.go.id, Rabu (22/4/2015) siang.

Gubernur mengatakan polemik wali kota dengan wakilnya telah berdampak kurang baik terhadap kondisi pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintah setempat. Hal ini dibuktikan dengan adanya hukuman disiplin dari Wali Kota Tegal dengan menonjobkan 15 PNS di lingkungan Pemkot Tegal.

Menurut Ganjar, sanksi disiplin terhadap PNS tersebut setidaknya tidak perlu dilakukan karena dapat memecah belah tubuh PNS dan berdampak terhadap sistem pelayanan publik.

Oleh karena itu, untuk meredam permasalahan itu harus segera diselesaikan secepat mungkin dengan menurunkan tim investigasi yang dikoordinasi inspektorat Provinsi Jateng.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, upaya penyelesaian konflik antara Wali Kota Tegal dengan wakilnya sudah pernah ditawarkan, namun pada kenyataannya hingga saat ini yang bersangkutan belum mengindahkannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kota Tegal
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top