Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkin Jatim Dukung Pengembangan Taman Komodo Surabaya

Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Jawa Timur mendukung penuh langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk membangun Taman Komodo di Pantai Kenjeran.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 18 April 2015  |  23:03 WIB
 Ruang Terbuka Hijau
Ruang Terbuka Hijau

Bisnis.com, SURABAYA - Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) Jawa Timur mendukung penuh langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk membangun Taman Komodo di Pantai Kenjeran.

Ketua Perkin Jatim Singky Soewadji mengatakan pihaknya sudah melakukan survey ke Pantai Kenjeran. Dari hasil survey tersebut dapat disimpulkan Pantai Kenjeran sangat sesuai untuk perkembangbiakan Komodo.

"Ini karena suhu udaranya yang cukup bagus sebab beriklim tropis. Selain itu di Kenjeran kan ada taman hiburan pantai yang tidak begitu laku. Jika nanti dilengkapi dengan Taman Komodo, tentu akan menggairahkan tempat wisata milik Pemkot ini," katanya kepada Bisnis, Sabtu (18/4/2015).

Pengusaha pecinta satwa itu menyatakan siap membantu pemkot dalam merealisasikan keberadaan Taman Komodo ini. Menurutnya, Taman Komodo tersebut sangat mendesak untuk segera dibangun karena Kebun Binatang Surabaya (KBS) saat ini sudah overload.

Diperkirakan, jumlah komodo di kebun binatang itu berjumlah 70-an ekor lebih. Namun kandangnya yang tersedia belum memadai.

"Kalau Taman Komodo ini dibangun, tentu akan menjadi destinasi wisata baru di Surabaya," imbuhnya.

Singky menambahkan dari seluruh kebun binatang di Indonesia, pengembangbiakan komodo yang paling berhasil hanya di KBS.

"Kalau bu wali meminta kami untuk menyediakan tenaga ahli untuk membangun taman komodo, kami sangat siap. Kami juga akan bantu bagaimana cara mendesain Taman Komodo ini," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya komodo
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top