Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AJI: Media Abal-Abal Menjamur di Indonesia

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan belakangan dunia pers di Indonesia diwarnai menjamurnya kehadiran media abal-abal.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 17 April 2015  |  20:27 WIB
Jurnalis dan media abal-abal menjadi perhatian serius organisasi pers, perusahaan pers, dan dewan pers. - JIBI
Jurnalis dan media abal-abal menjadi perhatian serius organisasi pers, perusahaan pers, dan dewan pers. - JIBI

Kabar24.com, MALANG--Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan belakangan dunia pers di Indonesia diwarnai menjamurnya kehadiran media abal-abal.

Selain itu, AJI menilai dominasi kepemilikan media menjadi persoalan karena materi media massa menjadi seragam.

"Sesuai dengan kepentingan dan kemauan kelompok media yang bersangkutan," kata Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono, Jumat (17/4/2015).

Saat ini pihaknya menilai ada empat masalah dalam dunia pers Indonesia yakni dominasi kepemilikan, media partisan, media yang tidak mendidik dengan menyajikan materi berbau pornografi dan menjamurnya media abal-abal.

Selain itu juga menggejala munculnya media yang menyajikan pornografi dan mistis.

"Materi pemberitaan yang tidak bermutu tersebut hadir di setiap saat," jelas dia.

Jurnalis dan media abal-abal juga menyebabkan masalah pelanggaran kode etik. Tidak jarang terjadi tindakan kriminalitas yakni jurnalis abal-abal melakukan pemerasan.

Hal itu dinilai sebagai bentuk malapraktik di media. Persoalan tersebut menjadi perhatian serius oleh organisasi pers, perusahaan pers dan dewan pers.

"Untuk mengurai masalah tersebut digalakkan literasi media kepada publik," tambah dia.

Literasi media mengajak masyarakat kritis terhadap media dan melaporkan jika ada media yang malapraktik.

Jika pelanggaran dilakukan media siaran bisa dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melihat, membaca dan mendengarkan media yang tidak mendidik.

Sedangkan jika ada jurnalis yang melakukan tindak pidana seperti pemerasan agar dilaporkan ke aparat penegak hukum.

AJI Indonesia juga meningkatkan mutu jurnalisme dengan melakukan pelatihan keterampilan dan penegakan etik. Salah satunya melalui uji kompetensi jurnalis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media abal-abal
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top