Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mari, Sisihkan Rp1.000 untuk Cerdaskan Anak-anak di Danau Toba

Apa yang bisa dilakukan dengan uang Rp1.000? Anda bisa membantu menghidupkan mimpi anak-anak di sekitar Danau Toba untuk bisa mengakses pendidikan dan membaca buku. Dengan menyisihkan Rp1.000 selama 30 hari, akan bisa membantu mewujudkan misi membuat kapal belajar. Kapal itu akan jadi perpusatakaan terapung dan berkeliling ke 40 titik desa terpencil yang tak bisa diakses lewat jalur darat.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 11 April 2015  |  19:52 WIB
Ilustrasi kapal belajar di Danau Toba. Gambar ini dilukas oleh Erland Sibuea dan hasil penjualannya disumbangkan untuk membantu terwujudnya Kapal Belajar.
Ilustrasi kapal belajar di Danau Toba. Gambar ini dilukas oleh Erland Sibuea dan hasil penjualannya disumbangkan untuk membantu terwujudnya Kapal Belajar.

Kabar24.com, JAKARTA— Apa yang bisa dilakukan dengan uang Rp1.000? Anda bisa membantu menghidupkan mimpi anak-anak di sekitar Danau Toba untuk bisa mengakses pendidikan dan membaca buku.

Bermula dari keprihatinan melihat nasib anak-anak di sekitar Danau  oba yang sulit mendapatkan bahan bacaan, Togu Simorangkir menggagas gerakan menabung Rp1.000 per hari.

Peraih gelar master di bidang Primate Conservation dari Oxford Brookes University ini berujar dengan menyisihkan Rp1.000 selama 30 hari, akan bisa membantu mewujudkan misi membuat kapal belajar. Kapal itu akan jadi perpustakaan terapung dan berkeliling ke -40 titik desa terpencil yang tak bisa diakses lewat jalur darat.

Ide Togu ini sudah lama terbersit. Rasa terpanggil untuk pulang dan mengabdi pada kampung halaman membuatnya terlibat dalam berbagai aktivitas sosial di kawasan Pulau Samosir, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara sejak beberapa tahun silam.

Fasilitas Pendidikan

Saat itu dia menyadari anak-anak yang ada di Pulau Samosir banyak yang tak punya fasilitas pendidikan memadai. Kondisi ini membuatnya khawatir. Dia berpikir bagaimana jadinya masa depan Indonesia kelak jika diserahkan ke tangan para penerusnya yang tak suka membaca.

Alhasil, Togu bertekad mewujudkan rumah belajar.  Satu rumah belajar yang disebut Sopo Lontung berhasil dibangun di Desa Lontung, Samosir, pada 2010. Rumah belajar itu berkembang baik dan secara bertahap sudah ada tiga rumah belajar yang dia bangun dengan dana sosial yang dikelola yayasannya, Alusi Tao Toba.

Namun, kata Togu, masih ada sekitar 40 desa di seluruh kawasan Danau Toba yang juga kesulitan mengakses bahan bacaan. Sementara itu, membangun rumah belajar di tiap desa perlu biayanya besar dan butuh waktu lama. Apalagi dia juga menghadapi sejumlah resistensi dari masyarakat desa.

Dia berharap, kelak kapal belajar itu menjadi stimulus untuk membuka pikiran masyarakat sekitar. Dengan begitu, masing-masing desa akan tergugah untuk bergotong royong menyediakan rumah baca bagi anak-anak kampung.

Belum Terkumpul

Dari perhitungan Togu, perlu dana sekitar Rp464 juta untuk membeli kapal dan operasional selama satu tahun. Sejak awal 2014 lalu, nominator Liputan 6 Award kategori Lingkungan Hidup Tahun 2012 itu bahu membahu dengan aktivis di Sumatera Utara untuk menggalang dana.

Berbagai aksi sudah dilakukan. Dia didukung komunitas fotografer di Medan dan Samosir juga para pengusaha muda yang membuat program donasi lewat kopi, batik atau kaos mereka yang terjual. Namun hingga kini jumlah dana yang terkumpul masih berkisar Rp59 juta.

Pertambahan dana yang terbilang lamban itu, membuat Togu mencari cara lain. Dia berniat menggelar acara Berenang Berbagi, yakni berenang mengarungi Danau Toba sejauh 18 km dari titik Onanrunggu di Kabupaten Samosir hingga Balige, Ibukota Kabupaten Toba Samosir. Kegiatan itu akan dilakukan pada 2 Mei, tepat pada Hari Pendidikan Nasional.

Pada 18 April depan, Togu dibantu beberapa rekannya juga akan menggelar malam penggalangan dana di Medan. Beberapa lukisan dan foto akan dilelang, sumbangan para seniman yang peduli dengan perbaikan pendidikan di kawasan Danau Toba.

Namun, pria yang murah senyum ini sebenarnya lebih berniat mengetuk jiwa filantropi publik Indonesia secara lebih luas. Apalagi persoalan pendidikan di kawasan Danau Toba akan jadi masalah bersama Republik ini di kemudian hari jika dibiarkan terus menerus.

Kapal belajar itu, kata dia, akan mudah terwujud jikalau setiap orang tergerak hatinya untuk menyumbangkan minimal Rp30ribu.

“Dengan menyisihkan Rp1.000 per hari selama sebulan dan mengajak 16.500 orang melakukan hal yang sama, teman-teman sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak pinggir Danau Toba agar punya akses untuk bahan bacaan dan aktivitas belajar,” katanya.

Semua dana yang masuk dilaporkan secara berkala dan terbuka di halaman facebook Alusi Tao Toba.

“Mari kita bersama-sama memelihara mimpi anak-anak dipinggiran Danau Toba dengan mengirimkan donasi ke Yayasan Alusi Tao Toba, Bank Mandiri KC Pematang Siantar nomor rekening 107-00-0592909-8. Mimpi mereka mimpi kita juga!,” tuturnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan anak
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top