Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPOM Targetkan 4.000 Kader Keamanan Pangan pada 2019

Badan Pengawas Obat dan Makanan menargetkan untuk merekrut setidaknya 4.000 orang Kader Keamanan Pangan Desa hingga 2019.
Shahnaz A. Yusuf
Shahnaz A. Yusuf - Bisnis.com 09 April 2015  |  19:31 WIB
Sejumlah petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemusnahan obat tradisional mengandung zat kimia di Halaman Kantor BPOM Jakarta belum lama ini
Sejumlah petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemusnahan obat tradisional mengandung zat kimia di Halaman Kantor BPOM Jakarta belum lama ini

Kabar24.com, JAKARTA—Badan Pengawas Obat dan Makanan menargetkan untuk merekrut setidaknya 4.000 orang Kader Keamanan Pangan Desa hingga 2019.

Kader ini diharapkan mampu mengedukasi sekitar 450.000 masyarakat dari 500 desa di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa mengatakan setidaknya ada 100 desa yang akan diintervensi pada tahun ini.

“Desanya menyebar di seluruh Indonesia, setiap provinsi setidaknya dipilih dua atau tiga kabupaten/kota. Akan ada beberapa desa [dari tiap kabupaten/kota],” jelas Roy, Kamis (9/4/2015).

Langkah ini merupakan salah satu cara yang ditempuh BPOM untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Hasil pengujian BPOM pada 2014 menemukan bahwa ada 2.682 sampel makanan yang tidak memenuhi syarat dari 20.057 sampel pangan.

Mayoritas karena penyalahgunaan formalin dan bahan berbahaya lainnya.

“Masyarakat banyak yang belum paham memilah mana bahan pangan yang baik untuk dikonsumsi, termasuk cara menyimpan dan mengolahnya,” ujar Roy.

Program Kader Keamanan Pangan sendiri sudah dimulai pada 2014 dengan melibatkan 2.100 kader di 290 desa di 31 provinsi.

Dia berharap pemerintah daerah bisa mereplikasi program serupa agar capaian bisa lebih menyeluruh.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpom keamanan pangan
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top