Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satu Keluarga Jual Rumah Berangkat ke Suriah, Ikut ISIS?

Satu keluarga yang berangggotakan tujuh orang asal Kelurahan Belimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur dikabarkan berangkat ke Suriah lewat Turki.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 09 April 2015  |  16:58 WIB
Anggota Brimob Polda Jatim melakukan penjagaan saat rumah milik terduga anggota Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) berinisial HM digeledah, di Jalan Ade Irma Suryani, Malang, Jawa Timur, Kamis (26/3/2015). - Antara
Anggota Brimob Polda Jatim melakukan penjagaan saat rumah milik terduga anggota Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) berinisial HM digeledah, di Jalan Ade Irma Suryani, Malang, Jawa Timur, Kamis (26/3/2015). - Antara

Bisnis.com, LAMONGAN - Satu keluarga yang berangggotakan tujuh orang asal Kelurahan Belimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur dikabarkan berangkat ke Suriah lewat Turki.

Mereka dikabarkan berangkat ke Suriah pada pertengahan bulan puasa 2014. Mereka adalah Priyati dan suaminya bernama Amin, berikut empat anak dan menantunya serta satu cucu mereka.

Kemungkinan, satu keluarga ini berangkat ke Suriah hampir bersamaan dengan keberangkatan Ahsanul Huda, terduga anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang juga berangkat pada pertengahan bulan puasa 2014.

Huda, adalah suami dari Ririn, yang bersama dengan adik iparnya serta delapan anak dan keponakannya dideportasi oleh pemerintah Turki, pada Kamis 2 April lalu.

Kabar tentang keberangkatan satu keluarga ini justru baru muncul setelah beberapa hari pulangnya keluarga Ririn dan Tiara bersama delapan anaknya. Padahal di daerah Kecamatan Paciran telah dilakukan operasi yustisi, terutama di daerah pesisir pantai utara.

Soal keberangkatan keluarga Priyati dibenarkan oleh Haji Sumilan, Ketua Rukun Tetangga di Kelurahan Paciran Lamongan. Menurutnya, keberangkatan mereka telah dialkukan sekitar pertengahan bulan puasa 2014 . "Ya, mereka berangkat, tetapi tidak melapor," ujarnya kepada Tempo Kamis, (9/4/2015).

Menurut Sumilan, kepergian mereka memang cenderung diam-diam dan tidak ada bukti laporan sama sekali. Mereka meninggalkan rumah dan juga harta bendanya. Belakangan baru diketahui setelah beberapa bulan lamanya tidak pulang ke Belimbing, Lamongan.

Selain itu, beberapa harta bendanya yaitu satu dari dua rumahnya dijual orang. "Jadi, karena rumahnya dijual itu, jadi ketahuan," imbuhnya.

Komandan Rayon Militer Paciran Kapten Madelan menyatakan, tetap melakukan pendataan terkait kepergian satu keluarga di Kelurahan Belimbing. Alasannya, banyak informasi yang berkembang saat ini dan perlu dilakukan penyaringan. "Terus kita telusuri informasi ini," ujarnya pada Tempo Kamis 9 April 2015.

Dia mengaku beberapa pekan lalu memang dilakukan operasi yustisi dari aparat gabungan, yaitu TNI AD, Kepolisian, dan Satuan Polisi Pamongpraja di Kecamatan Paciran dan sekitarnya. Beberapa informasi terkini juga telah didapatkan di antaranya soal keluarga Ahsanul Huda serta istri dan anak-anaknya yang pergi ke Turki.

Juga menyangkut data kependudukan lain. Hasilnya beberapa orang yang tidak beridentitas ditertibkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ISIS

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top