Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disindir Mega Soal Kepemimpinan, Jokowi Tanggapi Santai

Presiden Jokowi menanggapi dengan santai pidato Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 09 April 2015  |  15:56 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri), Wapres Jusuf Kalla (kanan), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) dan Menteri PMK Puan Maharani (kiri) menghadiri acara pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (9/4). Kongres IV PDI Perjuangan dengan salah satu agenda pokok yakni menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020 akan berlangsung hingga tanggal 12 April 2015. - Antara
Presiden Joko Widodo (kedua kiri), Wapres Jusuf Kalla (kanan), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) dan Menteri PMK Puan Maharani (kiri) menghadiri acara pembukaan Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (9/4). Kongres IV PDI Perjuangan dengan salah satu agenda pokok yakni menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020 akan berlangsung hingga tanggal 12 April 2015. - Antara

Bisnis.com, SANUR - Presiden Jokowi menanggapi santai ‎pidato Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri ketika menyindir dirinya sebagai pemimpin.

"Pemimpin harus melayani rakyat. Tidak ada yang lain," ujarnya sesaat sebelum meninggalkan lokasi Kongres IV PDI-P di Sanur, Kamis (9/4/2015).

Jokowi yang ditemani Puan Maharani menuju mobil juga mengatakan selama ini selalu melakukan komunikasi dengan PDI-P.

"Setiap hari komunikasi, tidak ada masalah. Komunikasi internal juga baik-baik," jawabnya sambil tertawa.

‎Sebelumnya, Ketum Umum PDIP Megawati Soekarno Putri saat memberikan pidato politik meminta pemimpin mengerjakan kewajibannya dan tidak menghitung akibat dari kebijakannya. Selain itu, dia juga meminta pemimpin memahami rakyat, bangsa serta asal usulnya.

"Kerjakanlah kewajibanmu dan tidak hitung akibatnya, kepemimpinan ini hanya akan muncul kalau pahami bangsa dan rakyat serta asal usulnya," ujarnya disambut tepuk tangan peserta kongres.

Dia menegaskan kepemimpinan harus menyatu dengan rakyat dan setia pada konstitusi karena dua hal itu sifatnya mutlak.‎


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kongres PDIP
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top