Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Tarif Golongan Rumah Tangga Tak Picu Inflasi di Sumsel

Penyesuaian tarif listrik terhadap 76.091 pelanggan listrik golongan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA di Sumatra Selatan pada Mei mendatang dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap laju inflasi.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 07 April 2015  |  15:49 WIB
Razia listrik ilegal - Antara/Fanny Octavianus
Razia listrik ilegal - Antara/Fanny Octavianus
Bisnis.com, PALEMBANG — Penyesuaian tarif listrik terhadap 76.091 pelanggan listrik golongan rumah tangga dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA di Sumatra Selatan pada Mei mendatang dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap laju inflasi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatra Selatan Permana mengakui sebagian besar pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 dan 2.200 VA tersebut merupakan pelaku usaha kecil hingga menengah.
“Meski begitu, saya pikir dampak penyesuaian tarif listrik tersebut diperkirakan tidak banyak berpengaruh terhadap inflasi Sumsel mengingat kontribusi dari pelanggan listrik berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA tidak begitu besar,” katanya kepada Bisnis, Selasa (07/04).
Meski demikian, Permana berharap pemerintah memiliki kebijakan lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya persoalan akibat penyesuaian tarif listrik terhadap perkembangan industri rumah tangga kecil dan menengah tersebut.
Menurutnya, naik turunnya tarif listrik tersebut bakal mempengaruhi kinerja UKM atau home industry, baik produksi maupun omzet penjualan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan naik turunnya tarif listrik tersebut mempengaruhi penyerapan tenaga kerja.
“Penetapan tarif listrik kan datang dari pemerintah pusat, tentunya harus juga dipikirkan dampak-dampak apa saja yang akan muncul nantinya. Oleh karena itu, pemerintah pusat juga harus punya langkah antisipasinya,” ujarnya.
Permana mengaku kondisi tersebut bisa berbeda apabila penyesuaian tarif listrik dilakukan terhadap pelanggan rumah tangga tegangan rendah dengan daya di bawah 1.300 VA. Menurutnya, dampak yang timbul terhadap inflasi bakal signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan menyebutkan inflasi kumulatif Sumatra Selatan periode Januari-Maret 2015 sebesar 1,42%. Adapun, Pemprov Sumatra Selatan menargetkan inflasi pada tahun ini mencapai 4%.
Tunggakan
Sementara itu, Deputi Manager Hukum dan Hubungan Masyarakat PLN Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu (S2JB) Lilik Hendro Purnomo berharap para pelanggan dapat menerima tarif listrik baru yang akan ditetapkan oleh pemerintah dalam waktu dekat ini.
“Meski akan ada tarif baru, kami harap para pelanggan tetap membayar tagihan listrik seperti biasanya, tidak menunggak. Alhasil, PLN dapat memberikan pelayanan kebutuhan listrik yang maksimal bagi masyarakat Sumsel,” tuturnya.
Seperti diketahui, penetapan tarif listrik baru tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No.9/2015 tentang Perubahan atas Permen ESDM No. 31/2014 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PLN.
Dalam peraturan tersebut disebutkan golongan rumah tangga kecil pada tegangan rendah dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA bakal dilakukan pada 1 Mei 2015. Nantinya, penyesuaian tarif listrik itu akan dilakukan setiap bulan.
Penyesuaian tarif listrik mengacu terhadap tiga indikator antara lain kondisi kurs rupiah, harga minyak mentah Indonesia dan inflasi pada bulan sebelumnya. Adapun, tarif listrik pelanggan rumah tangga berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA saat ini sebesar Rp Rp1.352 per kWh.
Sekadar informasi, pelanggan listrik PLN Wilayah S2JB per Februari 2015 tercatat sebanyak 2,53 juta pelanggan listrik di WS2JB, dengan rincian listrik pascabayar sebanyak 1,93 juta pelanggan dan 601.026 pelanggan listrik prabayar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tarif listrik
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top