Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dikira Burung, 2 Milisi ISIS Teler Ini Serang Tank dengan Pedang

Dua milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ditangkap oleh pasukan Kurdi di Irak mengungkapkan tentang pengalaman mereka yang membuat sebagian orang yang mendengarnya tertawa.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 April 2015  |  14:36 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, BAGDAD - Dua milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ditangkap oleh pasukan Kurdi di Irak mengungkapkan tentang pengalaman mereka yang membuat sebagian orang yang mendengarnya tertawa.

Seperti dikutip dari surat kabar Rudaw, Irak, dua milisi ISIS yang masing-masing bernama Hussein Ali Syaddad (23 tahun) dan Amir Ahmed Ali (25 tahun) mengatakan jika mereka menyangka tank pasukan musuh adalah burung yang dapat dihancurkan dengan pedang.

Dalam pengakuan tersebut diungkapkan juga alasan kenapa mereka sampai berpikir seperti itu. Ternyata sebelum melakukan pertempuran, mereka diberikan obat halusinogen yang membuat mereka berhalusinasi dan sebuah pil yang dianggap 'melindungi' mereka dari kengerian perang.

"Ketika kami memasuki pertempuran kami mengkonsumsi pil yang akan mengubah persepsi kami tentang apa yang terjadi. Kami pikir tank adalah burung yang bisa dimusnahkan dengan pedang," kata Ali Syaddad.

Pil itu seperti Zolan untuk mencegah rasa cemas dibagikan sebelum ke medan tempur. "Pil ini mempengaruhi persepsi Anda. Kami menelannya hanya saat kami memasuki pertempuran sehingga efeknya maksimal," katanya.

Ali Syaddad adalah pemuda biasa Irak yang sedang belajar menjadi anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA) sebelum akhirnya bergabung dengan ISIS.

Dia mengaku menyesal telah bergabung dan sekarang ingin kembali ke kehidupan sebelumnya. "Mereka (pimpinan ISIS) mengatakan kami harus berjuang dan jika kami terbunuh maka kami akan berakhir di surga bersama malaikat," ujarnya.

"Saya pikir musuh kami adalah kafir, tapi saya pikir saya diajarkan salah. Sekarang saya menyesal," ujar Ali Syaddad menambahkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ISIS

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top