10 Negara Paling Berbahaya Di Dunia

IntelCenter, lembaga survei yang berkantor di Washington, Amerika Serikat, merilis 10 negara paling berbahaya di dunia. Hasilnya, negara-negara di kawasan Timur Tengah memuncaki daftar negara paling berbahaya untuk Maret 2015.
Newswire | 02 April 2015 06:16 WIB
Militer Irak - Bloomberg

Kabar24.com, JAKARTA - IntelCenter, lembaga survei yang berkantor di Washington, Amerika Serikat, merilis 10 negara paling berbahaya di dunia. Hasilnya, negara-negara di kawasan Timur Tengah memuncaki daftar negara paling berbahaya untuk Maret 2015.

Dari daftar itu, Irak dan Suriah menempati masing-masing peringkat 1 dan 2. Hal tersebut mengingat situasi politik saat ini yang terjadi di negara-negara tersebut.

Irak dan Suriah akhir-akhir ini menjadi sorotan global, karena kelompok ekstrimis yang sering melakukan aksi teror yang meresahkan di kedua negara tersebut. Kedua negara terkait dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sedang diperangi oleh hampir seluruh dunia. Masing-masing skor Indeks Ancaman Negara (CTI) untuk keduanya yakni Iraq 881 dan Suriah 717.

Di tempat ketiga adalah Nigeria. Boko Haram yang melakukan teror mengerikan beberapa bulan terakhir telah menyumbang skor CTI sebesar 273, cukup untuk membuat negara ini menjadi yang paling berbahaya ketiga di dunia.

Selanjutnya dari posisi 4 sampai 10 berturut-turut ditempati Somalia (257), Afghanistan (186), Libya (157), Yaman (132), Pakistan (122), Ukraine (103) dan terakhir ada Mesir dengan skor CTI (74).

Dalam melakukan studi tersebut, IntelCenter yang bekerja untuk badan intelijen ini melakukan penempatan peringkat dengan menentukan CTI-nya. (CTI) didapat dengan memperhatikan volume aksi teroris dan pemberontak, lalu lintas pesan, video, foto, insiden dan jumlah orang yang tewas dan terluka dalam sebuah negara selama 30 hari. Semakin tinggi CTI semakin besar risikonya

Namun CTI rendah tidak selalu mencerminkan tidak adanya risiko seperti Amerika Serikat dalam menjelang 9/11 yang saat itu memiliki CTI rendah.

"CTI hanya didasarkan pada aktivitas terkait teroris dan pemberontak. Ini tidak mengevaluasi faktor risiko lain seperti kejahatan dan ketidakstabilan politik, " peneliti IntelCenter menjelaskan.

Global CTI berfungsi sebagai indikator keseluruhan teroris global dan aktivitas pemberontak dan dihitung dengan menjumlahkan CTI setiap negara . CTI tidak menjadi satu-satunya ukuran risiko di negara tetapi bisa dijadikan faktor dalam pertimbangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Negara Paling Berbahaya

Sumber : Tempo.co
Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top