Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Yasonna Beri Remisi Koruptor

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membantah bahwa pihaknya akan mengurangi masa tahanan seorang koruptor melalui pemberian remisi dan Pembebasan Bersyarat (PB).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 18 Maret 2015  |  06:35 WIB
Menkumham Yasonna Laoly - Antara
Menkumham Yasonna Laoly - Antara

Kabar24.com, JAKARTA-- Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membantah bahwa pihaknya akan mengurangi masa tahanan seorang koruptor melalui pemberian remisi dan Pembebasan Bersyarat (PB).

Menurut Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly, dirinya hanya menilai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 sudah tidak sesuai dengan sistem peradilan pidana Indonesia.

Padahal di dalam PP No. 99/2012 sudah diatur narapidana dalam perkara korupsi, terorisme, dan narkotika tidak bisa diberikan remisi atau pembebasan bersyarat (PB).

"Karena itu ada kamar-kamarnya. Polisi menyidik, jaksa menuntut, serta KPK menyidik dan menuntut," tutur Yasonna di Gedung Kemenkumham Jakarta, Selasa (17/3/2015) malam.

Menurut Yasonna, pihaknya juga sudah siap untuk melakukan dialog dengan semua penegak hukum dalam melakukan penyusunan remisi dan PB untuk narapidana korupsi.

"Mari kita duduk bersama, kita susun untuk remisi tindak pidana biasa dengan tindak pidana yang ada unsur extra ordinary crime-nya kita buat limitation dan pengetatan," tukas Yasonna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

remisi yasonna laoly
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top