Wah, Anak Usia Sekolah di DKI Kian Rawan Terkena DBD

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat dan pihak sekolahan untuk lebih mewaspadai serta meningkatkan kebersihan lingkungannya guna meminimalisir terjangkitnya penyakit demam berdarah dengeu (DBD) di wilayahnya.
Puput Ady Sukarno | 17 Maret 2015 15:26 WIB
Pengasapan (fogging) untuk mengatasi demam berdarah dengue (DBD) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat dan pihak sekolahan untuk lebih mewaspadai serta meningkatkan kebersihan lingkungannya guna meminimalisir terjangkitnya penyakit demam berdarah dengeu (DBD) di wilayahnya.

Hal tersebut perlu dilakukan lantaran korban kasus DBD yang terjadi di DKI Jakarta saat ini, hingga menyebabkan penderitanya meninggal dunia, mayoritas menimpa anak-anak usia sekolah, yakni antara 5-12 tahun.

"Pada musim perubahan/pancaroba seperti ini biasanya meningkatkan wabah penyakit, termasuk DBD. Jadi, mohon masyarakat berpartisipasi menngkatkan pemberantasan dan pencegahannya," tutur Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta R. Koesmedi Priharto, Selasa (17/3/2015).

Dia memaparkan data koran penderita DBD di wilayah Jakarta hingga pekan kedua Maret 2015 ini mencapai 1.042 orang dengan korban meninggal lima orang.

Sementara itu, warga masyarakat yang terkena penyakit DBD pada periode sama tahun sebelumnya, mencapai 3.408 orang dengan korban meninggal dunia juga lima orang.

"Jumlah warga yang terjangkit DBD saat ini mengalami penurunan 50% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Namun, jumlah korban yang meninggal masih sama lima orang," tuturnya.

Meski begitu, pihaknya mengingatkan bahwa korban pengidap DBD yang meninggal tersebut kebanyakan masih anak-anak usia sekolah, alias berumur 5-12 tahun.

Menurutnya, selain kondisi lingkungan rumah sendiri, yang perlu diwaspadai adalah kondisi lingkungan sekolahan, karena DBD biasa menyerang saat siang hari, atau saat anak-anak sekolah belajar.

Selain itu, daerah sebaran yang terkena DBD juga berubah dibandingkan dengan tahun lalu yang mayoritas di Jakarta Timur. Saat ini, di Jakarta Selatan, seperti Pancoran, Kebayoran Baru, Cilandak, Tebet dan Pesanggrahan.

"Hari ini saya akan kirim surat kepada sekolahan-sekolahan, misalnya untuk fogging alias penyemprotan jentik nyamuk di sekolahan bisa dilakukan pada Sabtu, supaya tidak mengganggu proses belajar mereka," tuturnya.

Tag : dki, demam berdarah
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top