Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pukat: Pemerintah Jangan Obral Remisi Terpidana Korupsi!

Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meminta pemerintah semestinya tidak mengobral remisi untuk terpidana kasus korupsi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Maret 2015  |  22:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meminta pemerintah semestinya tidak mengobral remisi untuk terpidana kasus korupsi.

"Apabila syarat remisi terpidana korupsi dipermudah maka dikhawatirkan tidak akan ada efek jera bagi para pelaku korupsi," kata Direktur Pukat Korupsi FH UGM Yogyakarta Zainal Arifin Mochtar, Sabtu (14/3/2015).

Menurut dia, rencana Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly hendak merevisi Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012 untuk kembali memberikan remisi dan pembebasan bersyarat bagi nara pidana kasus korupsi, salah dalam memaknai substansi peraturan pemerintah.

"Menkum HAM salah dalam memaknai substansi peraturan pemerintah, karena memang dalam peraturan tersebut tidak ada hak napi yang dihilangkan," katanya.

Ia berharap pemerintah tidak semestinya tidak mengobral remisi untuk terpidana kasus korupsi, pemerintah justeru harus memperketat syarat mendapatkan remisi.

"Apabila syarat remisi terlalu mudah maka tidak akan menimbulkan efek jera pelaku korupsi dan komitmen Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memerangi korupsi akan kian diragukan," katanya.

Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly sebelumnya menyatakan bahwa telah terjadi diskriminasi jika PP nomor 99 tahun 2012 terus diberlakukan. Alasan Yasonna agar napi koruptor bisa mendapatkan remisi dan pembebasan bersyarat seperti terpidana lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koruptor remisi yasonna laoly

Sumber : Antara

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top