Ternyata, Sampah Bisa Ukur Geliat Pariwisata. Ini Buktinya

Ternyata, selain tingkat kunjungan wisatawan, sampah juga bisa menjadi indikator geliat pariwisata di sebuah kota.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 10 Maret 2015  |  16:02 WIB
Ternyata, Sampah Bisa Ukur Geliat Pariwisata. Ini Buktinya
Ilustrasi

Kabar24.com, BATU -- Ternyata, selain tingkat kunjungan wisatawan, sampah juga bisa menjadi indikator geliat pariwisata di sebuah kota.

Sebagai contoh, akibat pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, produksi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung meningkat sebesar 10%.

Kepala Seksi Pengolahan Sampah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batu, Imron Suyudi, mengatakan setoran sampah terbanyak berasal dari Pasar Besar Batu, obyek wisata, restoran dan rumah makan.

“Kemajuan sektor pariwisata tidak hanya membuat jalan di Kota Batu macet namun juga membuat produksi sampah meningkat,” kata Imron, Selasa (10/3/2015).

Jumlah sampah yang masuk ke TPA Tlekung Kecamatan Junrejo yang sebelumnya 60 ton saat ini meningkat menjadi 70 ton per hari.

Naiknya volume sampah tersebut membuat tumpukan sampah di TPA Tlekung kian menggunung.

Akibat melubernya kiriman, tidak jarang membuat sampah tersebut terpaksa harus ditumpuk di pinggir jalan menuju lokasi pemilihan sampah.

“Kondisi tersebut membuat ruas jalan menjadi lebih sempit dan hanya bisa dilewati satu mobil secara bergantian,” jelas Imron.

Meningkatnya jumlah sampah yang masuk ke TPA Tlekung mulai terasa sejak akhir Desember lalu.

Jumlah setoran sampah yang biasanya antara 40-50 ton per hari meningkat hingga 60 ton per hari.

Bahkan saat ini sudah mencapai 70 ton per hari.

Menumpuknya sampah di sepanjang jalan menuju lokasi pemilahan sampah juga membuat kondisi di TPA Tlekung terlihat kotor.

Selain itu tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap.

“TPA Tlekung memiliki luas sekitar enam hektare dengan tempat pembuangan sampah berukuran 150 x 50 meter dengan kedalaman tiga meter terlihat seperti tak mampu lagi menampung produksi sampah di Kota Batu,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batu, Arif R. Adyasana, sebelumnya mengatakan pada saat week end dan libur panjang potensi sampah di Batu meningkat sebesar 10% per hari.

“Saat libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru volume sampah meningkat sebanyak 7-10 ton per hari,” tambah dia.

Karena itu, guna mengantisipasi ruang publik agar tidak kotor dari tumpukan sampah, disiapkan personel termasuk melakukan pengangkutan pada malam hari.

Untuk menjaga Batu tetap bersih dari sampah pihaknya mengimbau wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Pasalnya kerap dijumpai wisatawan yang membuang sampah seenaknya baik saat jalan kaki maupun naik kendaraan.

Petugas kebersihan juga disiagakan pada malam hari untuk membersihkan sampah seperti di alun-alun maupun jalan utama di Batu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top