Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPATK Nyatakan Indonesia Keluar Dari Black List Pencucian Uang

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan Indonesia sudah keluar dari black list negara yang rawan pencucian uang dan terorisme.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Maret 2015  |  20:33 WIB
Ketua PPATK M. Yusuf - Bisnis/Rahmatullah
Ketua PPATK M. Yusuf - Bisnis/Rahmatullah
Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan Indonesia sudah keluar dari black list negara yang rawan pencucian uang dan terorisme.
Hal itu diputuskan dalam sidang Badan Financial Action Task Force (FATF) di Paris, Prancis, Selasa 24 Februari.
Wakil Kepala PPATK Agus Santoso mengatakan saat ini Indonesia telah bebas dari daftar black list atau daftar hitam negara yang rawan pencucian uang dan teroris. Indonesia, lanjutnya, sudah masuk dalam gray list.
Keluarnya Indonesia dari jajaran daftar negara yang rawan pencucian uang dan pendanaan terorisme tersebut membawa sejumlah keuntungan. "Keluarnya Indonesia dari daftar black list ini akan menyejajarkan Indonesia dengan negara maju lainnya yang mengendalikan itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (5/3/2015).
Kepercayaan dunia internasional terhadap birokrasi di Indonesia, lanjutnya, meningkat karena dinilai mampu untuk memerangi pencuriaan uang dan pendanaan terorisme.
Keuntungan lainnya yang diperoleh Indonesia yakni meningkatnya investasi asing di Indonesia.
Persepsi dunia internasional terhadap Indonesia akan semakin positif terutama bagi para pelaku investasi. Agus pun optimis keluarnya Indonesia dari daftar black list dapat mendongkrak angka investasi asing di Indonesia.
"Kalau semakin banyak yang masuk kan otomatis mendorong stabilitas sistem keuangan di Indonesia," katanya.
Selain itu, dengan keluarnya Indonesia dari daftar negara yang rawan pencucian uang dan terorisme ini akan berpengaruh dalam menghadapai masyarakat ekonomi Asean (MEA).
"Ini akan baik sekali mengingat kita menjadi negara yang ekonomi paling berpengaruh di G-20 juga akan baik dalam menghadapi MEA. Pedagang kita dapat bersaing nantinya," tutur Agus.
Untuk diketahui, Indonesia masuk dalam daftar hitam FATF sejak tahun 2012. Hal itu terjadi setelah Indonesia dianggap tidak serius memerangi pendanaan terorisme pada tahun 2010.
FATF merupakan badan yang dibentuk negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk memerangi kejahatan pencucian uang dalam skala internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk pencucian uang
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top