Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hanya Lantaran Tak Garap PR, Lintang Tewas Dihukum Gurunya

Wakil Bupati Majalengka, Karna Sobahi meminta Dinas Pendikan Majalengka menyelidiki penyebab tewasnya Lintang, 13 tahun. Siswi SMP Negeri 1 Palasah, Majalengka ini meninggal saat menjalani hukuman lari keliling lapangan oleh gurunya, karena tak mengerjakan PR Bahasa Indonesia.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Februari 2015  |  03:16 WIB
Siswa sekolah selalu rentan menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh para guru. - Ilustrasi/Bisnis
Siswa sekolah selalu rentan menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh para guru. - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Bupati Majalengka, Karna Sobahi meminta Dinas Pendikan Majalengka menyelidiki penyebab tewasnya Lintang, 13 tahun. Siswi SMP Negeri 1 Palasah, Majalengka ini meninggal saat menjalani hukuman lari keliling lapangan oleh gurunya, karena tak mengerjakan PR Bahasa Indonesia. "Supaya penyebabnya makin terang benderang, harus diselidiki," kata Karna kepada Tempo, Jumat, (6/2/2015).

Lintang, siswi SMP Negeri 1 Palasah, Kabupaten Majalengka meninggal dunia usai dihukum oleh gurunya dalam pelajaran bahasa Indonesia. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Toto Sumianto mengatakan, berdasarkan keterangan kepala sekolah SMP Negeri 1 Palasah, Majalengka, korban dihukum karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

"Saat itu seorang guru memberikan hukuman kepada beberapa siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR)," kata Toto kepada Tempo, Jumat, 6 Februari 2015. 

Untuk murid perempuan, hukuman berupa lari keliling lapangan sebanyak 10 kali. Sedangkan murid laki-laki dihukum lari 15 kali keliling lapangan. "Dalam hukuman itu tidak ada kekerasan, hanya diminta untuk berlari," kata Toto. 

Namun baru lari dua keliling, korban sudah ambruk dan langsung tak sadarkan diri. Korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan namun nyawanya pun tak tertolong karena kondisinya kian lemah.

Toto melanjutkan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan terkait penyebab kejadian ini. Hingga kini belum ada sanksi untuk guru sekolah tersebut. "Sanksi baru akan diberikan setelah ada hasil penyelidikan," katanya. 

Pihak keluarga, kata Toto, tidak berencana membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka menganggap kasus ini sudah adalah musibah dan sudah selesai. "Kami juga sudah berkunjung ke rumah duka," katanya. 

Lintang meninggal saat mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Seorang guru berinisila W menanyakan kepada seluruh siswa yang tidak mengerjakan PR. Ada sekitar 13 siswa yang tidak mengerjakan, termasuk Lintang. Seluruh siswa dihukum dengan cara berlari mengelilingi lapangan. 

Menurut penutusan kakeknya, Edo Suanda, Lintang baik-baik saja saat berangkat ke sekolah. Gadis remaja ini juga tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya. Namun menurut seorang guru di SMP Negeri 1 Palasah yang enggan disebutkan namanya, Lintang sudah dua hari tak bersekolah akibat sakit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru kekerasan anak

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top