Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandung Larang Minuman Beralkohol di Minimarket

Pemerintah Kota Bandung akan menindak tegas minimarket dan supermarket yang menjual minuman beralkohol (Minol) di kawasan itu secara ilegal.
Adi Ginanjar Maulana, Afif Permana
Adi Ginanjar Maulana, Afif Permana - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  17:46 WIB

Kabar24.com, BANDUNG—Pemerintah Kota Bandung akan menindak tegas minimarket dan supermarket yang menjual minuman beralkohol (Minol) di kawasan itu secara ilegal.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Metrologi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Yusuf Ramdhani mengatakan dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) beberapa hari terakhir belum menemukan peredaran minol secara ilegal baik di minimarket maupun supermarket.

"Kami belum menemukan adanya peredaran minol secara ilegal di lapangan. Apabila ditemukan, kami akan langsung menindak tegas,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (30/1).

Kendati demikian, pihaknya akan berkoordinasi bersama Satpol PP untuk melakukan sidak ke gudang minimarket dan supermarket karena khawatir minol disembunyikan. Bahkan, warung-warung kecil pun akan disisir karena disinyalir banyak menjual minol.

Dia menjelaskan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol disebutkan apabila minimarket dan supermarket menjual minol secara ilegal dipenjara hingga tiga bulan. Adapun denda untuk golongan A sebesar Rp30juta, golongan B Rp40 juta, dan golongan C Rp20juta.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha menjelaskan penjualan minol masih diperbolehkan di tempat-tempat tertentu seperti bar serta hotel berbintang tiga, empat, dan lima sudah mendapatkan izin tempat penjualan minuman beralkohol (ITPMB).

"Menurut perda, yang diperbolehkan itu membeli minuman beralkohol dan mengonsumsinya di tempat itu, seperti bar, dan klab malam," ujarnya.

Berdasar Perda Kota Bandung No 11 Tahun 2010 Pasal 5 Ayat 2 menyebutkan tempat usaha yang diizinkan menjual minuman beralkohol secara eceran adalah hotel berbintang tiga, empat dan lima, restoran dengan tanda talam kencana dan talam selaka, pub karaoke, klab malam, diskotik, dan duty free shop.

Namun, menurut Ahmad, sejumlah bar dan klab malam di Kota Bandung masih belum mendapatkan ITPMB. Hal itu dikarenakan aturan dari perda yang melarang peredaran minol tersebut belum tersosialisasikan dengan baik.

"Kami telah meminta kepada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung untuk mengeluarkan izin dan mendesak tempat-tempat yang diperbolehkan menjual minol tersebut mengajukan ITPMB," lanjutnya.

Secara terpisah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar mendukung langkah Pemkot Bandung yang melarang peredaran minol di minimarket dan supermarket.

Ketua Apindo Jabar Dedy Widjaja mengatakan dengan adanya pelarangan minol maka Kota Bandung sebagai kawasan wisata dapat menjamin keamanan kepada wisatawan.

“Kami sangat mendukung adanya pelarangan minol ini karena cukup meresahkan masyarakat. Bahkan banyak dikeluhkan wisatawan akibat banyaknya kejahatan di jalan yang diakibatkan oleh minol,” ujarnya.

Menurutnya, langkah Pemkot Bandung untuk menegakkan aturan tersebut secara berkelanjutan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minimarket kota bandung minuman beralkohol
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top