Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemanggilan Budi Gunawan, TNI AD Tolak Campur Tangan

Markas Besar TNI AD kemungkinan tidak akan memenuhi permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi menyusul upaya melibatkan TNI untuk menghadirkan saksi Komjen Budi Gunawan.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  20:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Markas Besar TNI AD kemungkinan tidak akan memenuhi permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi menyusul upaya melibatkan TNI untuk menghadirkan saksi Komjen Budi Gunawan.

"Kami tidak akan memenuhi, karena tidak ada kewenangan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Kolonel Wuryanto kepada Bisnis, Kamis (29/1/2015).

Dia mengatakan KPK tidak dapat langsung meminta bantuan ke pihaknya lantaran harus mendapat persetujuan dari panglima TNI terlebih dahulu dan presiden sebagai panglima tertinggi.

"Tidak bisa langsung minta ke Kasad (kepala staf Angkatan Darat). Pasti tidak bisa mengerahkan [personel] karena ada panglima TNI dan presiden."

Sekalipun permintaan KPK tersebut langsung ke panglima TNI tentu harus mendapat konfirmasi persetujuan dari presiden. "Mabes AD mengikuti prosedur dan perundang-undangan."

Selain itu, pihaknya juga mengakui sampai saat ini belum ada komunikasi dengan lembaga pemberantasan korupsi tersebut.

Dilaporkan sebelumnya, Wakil ketua KPK Bambang Widjojanto membuka peluang meminta bantuan TNI untuk mendatangkan saksi Komjen Budi Gunawan yang beberapa kali mangkir.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni komjen budi gunawan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top