Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurator Segera Taksir Aset Effendi Textindo

Tim kurator akan segera mendapatkan hasil taksiran nilai aset PT Effendi Textindo yang berupa pabrik beserta mesin dan alat-alat produksinya pada dua pekan mendatang.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 25 Januari 2015  |  23:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Tim kurator akan segera mendapatkan hasil taksiran nilai aset PT Effendi Textindo yang berupa pabrik beserta mesin dan alat-alat produksinya pada dua pekan mendatang.

 Salah satu kurator aset PT Effendi Textindo (dalam pailit) Dakila E. Pattipeilohy telah menunjuk Muhammad Aswan & Rekan sebagai tim penilai (appraisal). Hakim pengawas telah mengambil sumpah tim penilai tersebut pada Kamis pekan lalu.

 “Mungkin sekitar satu atau dua pekan sudah bisa keluar hasilnya,” kata Dakila kepada Bisnis, Minggu (25/1/2015).

 Dia menambahkan Effendi telah mendapatkan penetapan insolvensi dari pengadilan pada 8 Januari 2015. Tim kurator diberi wewenang untuk menjual satu-satunya aset tersebut selama 2 bulan sesuai pasal 59 Undang-Undang No. 37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

 

Kendati demikian, kurator menuturkan hingga saat ini belum ada pihak yang menunjukkan minatnya untuk membeli aset tersebut. Kemungkinan calon peminat akan menunggu hasil appraisal yang telah ditetapkan.

 

Dakila tetap optimistis nilai aset yang berada di Tangerang tersebut mampu untuk melunasi semua kewajiban debitur yang mencapai Rp490 miliar. Namun, nilai seluruh tagihan tersebut masih ada kemungkinan untuk bertambah.

 

Dia menuturkan Raiffeisen Bank International (RBI) AG Singapura dengan nilai tagihan Rp52,78 miliar dan CTBC Bank Rp15,58 miliar telah kembali mengajukan tagihan kepada tim kurator. Pekan lalu, kedua tagihan tersebut telah diterima dan disetujui.

 

Dua perusahaan tersebut turut menambah daftar sembilan kreditur sebelumnya yang telah diakui oleh kurator diantaranya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Eximbank, Marubeni Corp, dan PT Jasa Utama Perkasas.

 

Namun, debitur tengah mengajukan keberatan terkait dengan jumlah tagihan tersebut. Kurator juga belum menyelesaikan verifikasi lanjutan terhadap tagihan koperasi karyawan dengan nilai sementara Rp53,16 miliar.

 

Dakila menuturkan banyaknya jumlah karyawan menjadi kendala utama untuk mengetahui besarnya rincian tagihan yang belum diketahui secara pasti.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukum
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top